RE: ZERO KARA HAJIMERU ISEKAI SEIKATSU ARC 5 BAB 79

Posted on

Menara Pengawas Sage

Penerjemah: Shaula Automata

Ilustrasi: 狙撃手

“Sage Shaula …”

Ketika Anastasia menyebutkan namanya, kehebohan menggempar ke seluruh tempat pertempuan.

Selagi semua orang saling bertukar pandang dan ekspresinya seolah tidak percaya yang barusan didengar, hanya Subaru yang tertinggal oleh situasi ini.

Subaru menepuk bahu Emilia di sampingnya sembari berekspresi gelisah, dan bertanya:

“Umm, apa Sage Shaula itu orang terkenal?”

“… Subaru, kau tidak membaca kisah Penyihir saat belajar alfabet? Kukira dongeng anak-anak ada dalam buku yang sering kau baca.”

“Penyihir dari dongeng-dongeng …. Ah, di buku bergambar itu. Benar juga, kurasa cerita Penyihir pun ada.”

Hal yang diungkap Emilia memunculkan ingatan lama satu tahun lalu dalam dirinya.

Meskipun telah dikubur ingatan akan hari-hari sibuk itu, satu tahun lalu, dia memelajari alfabet dalam buku bergambar anak-anak—Sewaktu dia mulai bantu-bantu di Mansion Roswaal.

Itu kumpulan cerita klasik yang menyusun dongeng-dongeng dunia ini, di antaranya, tentu ada buku yang menggambarkan Penyihir Kecemburuan. Akan tetapi, pada kisah tersebut …

“Jujur, isinya tidak terlalu rinci, jadi aku tak sepenuhnya paham seluruhnya. Yang paling aku pahami adalah dulu kala, di suatu tempat, sang Penyihir melakukan hal mengerikan.”

“Apa sesamar itu …. Uuuhhh, kupikirkan dahulu.”

“Penyihir Kecemburuan adalah simbol teror yang pernah menghadirkan kekacauan dan kehancuran ke dunia ini.”

Saat Emilia merenung tentang bagaimana harus dia jelaskan kepada Subaru yang apatis, Julius yang sedang duduk di seberangnya membuka mulut menggantikan Emilia.

“Catatannya hanya menjelaskan dia seorang setengah elf dengan kepribadian kejam dan bengis, dan bahwasanya dia punya kekuatan sihir sangat besar untuk mengendalikan bayangan. Selain itu, namanya … kita cuma tahu namanya adalah Satella. Bahkan sekarang, luka yang dia tinggalkan pada dunia ini tetaplah kuat.”

“… eeeh.”

Subaru mengangkat dagunya terhadap penjelasan Julius yang menjaga emosinya sebaik mungkin.

Julius fokus memberikan penjelasan netral, tetapi perubahan pikirannya terlihat menyakitkan, walaupun tidak ada orang di sekitar mereka yang menyebutnya. Sementara waktu, penjelasannya berlanjut.

“Di Air Terjun Besar ujung timur Lugnica, di sana ada kuil yang didirikan dari Batu Penyegel Sihir. Bahkan sekarang, Penyihir itu dikurung dalam kuil tersebut. Selagi dia memuntahkan miasma berjumlah besar.”

“… dengar-dengar dia tidak bisa dihancurkan. Tapi, kok bisa dia menyegel Penyihir sekuat itu?”

“Di situlah peran nama Sage.”

Julius mengangguk setelah mendengar pertanyaan Subaru.

Kesatria itu menyentuh pedang di pinggangnya lalu melihat ujung meja bundar—Tepat pada pemuda berambut merah.

“Empat ratus tahun lalu, tiga pahlawan besar berkontribusi pada penyegelan Penyihir Kecemburuan. Salah satunya adalah Pedang Suci, Reid Astrea—Anak pedang kiriman surga1 yang pertama kali memperoleh Divine Protection of the Sword Saint sekaligus gelar yang diwarisi Reinhard.”

“Ada juga catatan yang menunjukkan kalau Reid Astrea, sang Pedang Suci pertama, tidak punya Divine Protection. Tidak semua legenda diketahui benar tanpa bukti. Tentu saja Reid-sama membangun keluarga Astrea dan nama Pedang Suci itu fakta.”

Reinhard keturunan orang tersebut melengkapi penjelasan Julius yang menjelaskan sambil menatap Reinhard.

Akan tetapi, mengingat kejadian itu telah menganggap leluhurnya telah melakukan perbuatan besar yang ditinggalkan sejarah, raut wajah Reinhard sesaat membicarakannya terlihat agak merenung. Dia pun kelihatannya mengkhawatirkan Julius soal itu. Sepertinya dia takkan bersikeras mengenai subjek Divine Protection yang dia warisi.

Bagaimanapun …

“Jadi, Sage adalah rekan Pedang Suci, itu inti yang kudapatkan.”

“Lebih akuratnya, Sage Shaula, serta Naga Ilahi Volcanica …. Kau tahu, naga yang melindungi Kerajaan Lugnica. Dikatakan dimulainya janji di mana Volcanica bergabung dalam pertempuran untuk menyegel Penyihir Kecemburuan dan bahkan kini masih mengawasi Kerajaan.”

Subaru kerap kali mendengar nama Naga Ilahi Volcanica di tempat kandidat Pemilihan Raja menyatakan visi-misi mereka.

Dalam ingatannya, darah naga senantiasa digembar-gemborkan sebagai sesuaut yang mampu menyuburkan daratan porak poranda, membuat seseorang mengatasi penyakit apa pun dan menjadikan seseorang kuat atau tidak tertandingi.

“Lazimnya memanggil Pedang Suci, Sage, dan Naga Ilahi sebagai Tiga Pahlawan Besar. Kau harus mengingatnya.”

“Waduh, tidak usah sesemangat itu …. Aku paham, makasih atas penjelasannya.”

Subaru mengangkat tangannya ke Julius dan Emilia kemudian melirik Beatrice. Seketika dia menyadari tatapan Subaru, dia perlahan-lahan menggelengkan kepalanya.

Sayangnya, Beatrice nampaknya tidak terlalu mengenal legenda 400 tahun lalu.

Beatrice adalah roh buatan ciptaan Echidna, namun selain informasi penting untuk mengurus Perpustakaan Terlarang, dia benar-benar diasingkan dari sana. Kesannya dia tak tahu keadaan di balik layar seputar masalah itu sebab dia hampir tak tahu kejadian dunia karena lama sekali mengurung diri.

“Maaf telah menghentikan perdebatannya. Mari lanjutkan pembicaraan. Tapi, Sage Shaula ini …”

Sesudah meminta maaf karena menginterupsi diskusi, Subaru berinisiatif mencoba mengembalikan percakapan ke asalnya. Tetapi, dia menyadari hal aneh selagi bicara, dan kepalanya memiring sendiri.

Subaru mengerti latar belakang Sage Shaula, seorang pahlawan dari empat ratus tahun lalu, tapi—

“Eeh, apaan? Dia masih hidup? Setelah 400 tahun?”

“Apa yang aneh …. Kenyataannya usiaku sekitar 100 tahun juga …”

“…!?” reaksi semua orang.

Mendengar gumam Subaru, ekspresi bingung terlihat di wajah Emilia seraya salah satu jarinya menyentuh bibir. Tempat pertemuannya terguncang sedikit terhadap gumamnya, tapi Subaru cuma menjawab, “Kau ada benarnya.”

Jika Subaru amati lebih seksama dan pikirkan, usia sebenarnya Emilia blasteran elf melebihi seratus tahun, dan Beatrice adalah seorang loli yang umurnya sekitar empat ratus tahun. Rasanya Puck juga mengungkit dia usianya empat ratus tahun; kalau demikian, bukankah berarti usia rata-rata Fraksi Emilia adalah seratus tahun, mungkin?

“Singkirkan fakta cukup mengejutkan itu …. Sage sekarang kondisinya bagaimana.”

“Dia hidup—Tentang itu, tampaknya tidak salah lagi.”

“Tampaknya …?”

Subaru mengerutkan kening pada jawaban tak jelas Julius.

Namun Julius bukan satu-satunya orang yang tidak mampu menjawab jelas, semua orang di sekitarnya pun sama. Terutama para Pengawal Keluarga Kerajaan, Felix dan Reinhard terlihat kesusahan.

“Yah, itu artinya apa?”

“Keberadaan mereka diketahui, dan aku berani memastikan mereka juga masih hidup. Tapinya, tidak ada manusia yang berhasil berbicara dengan Sage …. Itu artinya, kurasa.”

“Sekali lagi, apa artinya itu?”

Mereka tahu keberadaan mereka, dan walaupun samar-samar, mereka bisa memastikan dia masih hidup. Tapi mustahil mengontaknya.

Dipikirnya dia dapat menghubungkan seluruh kesan itu, tapi …

“Saat ini, Sage Shaula berada di menara dekat Kuil Penyihir, dan selalu mengasingkan diri di sana untuk menghentikan orang-orang yang berencana menghidupkan kembali Penyihir Kecemburuan. Selalu, sejak saat itu.”

“… selama empat ratus tahun?”

“Selamat empat ratus tahun.”

Itu cerita tidak masuk akal.

Beatrice yang menyendiri dalam Perpustakaan Terlarang selama empat ratus tahun saja adalah perkara besar, tapi Sage Shaula itu atau siapalah, juga individu yang cukup kepala batu.

“Menara yang ditinggali Sage Shaula—itu Menara Pengawas Pleiades, kan? Di sana Sage terhormat terus bekerja keras siang-malam untuk mencegah Kebangkitan Penyihir.”

“… hmm, nama menara membuatku memikirkan sesuatu, tapi itu tidak penting, lanjutkan.”

“Biarpun kau menyuruhku melanjutkan, kurang lebihnya begitu, tahu? Sage Shaula berusaha sebaik mungkin dan terus mengawasi Kuil untuk memastikan perdamaian dunia, dan itulah intinya.”

Demikian, Felix mengucapkannya sambil menepuk tangan sekali sembari memasang ekspresi cemberut.

Sekalipun Felix bilang akhirnya demikian, jelas dari sikapnya bahwa ceritanya belum sepenuhnya selesai di sana, sebab perkatannya tidak mampu menjelaskan suasana yang ibarat sedang dalam pemakaman di seluruh tempat pertemuan.

Tentunya, pasti ada alasan mengapa seperti itu—

“Kalau begitu, apakah mungkin dia orang yang merepotkan?”

“Tuk memastikan perdamaian dunia, Sage Shaula terus-menerus mengawasi Penyihir …. Namanya tersohor jauh nan luas di seantero dunia. Aku pun tahu tentangnya sewaktu masih di Kararagi. Tapi, di waktu bersamaan, Sage Shaula juga dikenal dengan hal lain.”

“…?”

Anastasia tersenyum anggun, kata-katanya berhenti sejenak.

Selanjutnya, seraya melihat Subaru yang berfirasat buruk mengenai hal ini, dia berbicara.

“Sage Shaula adalah orang yang punya masalah kepercayaan ekstrem yang tak bisa percaya satu jiwa pun—Apa pun tujuan orang-orang yang mendekati Menara Pengawas dan Kuil, dia membantai mereka semua, begitulah yang kudengar.”

 

 

—dia memang begitu orangnya menurut penjelasan Anastasia.

Sage Shaula membangun Menara Pengawas Pleiades dan terus mengawasi Kuil Penyihir.

Sejauh ini ada banyak orang yang mencoba menghubungi Sage, namun semua rencana mereka gagal alhasil mereka menyerah.

Itu karena campur tangan Sage Shaula sendiri.

“Air Terjun Besar di timur jauh Lugnica …. Nampaknya Kuil Penyihir dan Menara Pengawas ada di dekat sana, tapi Sagenya tidak tahu mana yang ingin didatangi orang-orang, kan?”

Maka dari itu, Sage membunuh tanpa pandang bulu terlepas dari mereka Kultus Penyihir yang mencoba mencari Kuil Penyihir atau bukan, atau seseorang yang berusaha bersahabat dengan Sage dari Menara Pengawas.

Subjek baik-buruk, suka dan tidak sukanya, kebenaran dan kebenciannya seluruhnya tidak jadi soal, karena itulah cara terbaik untuk maju.

Akibatnya, tidak ada laporan atau catatan yang tertinggal perihal siapa pun yang dapat berhubungan dengan Sage Shaula selama 400 tahun ini.

“Tapiiiii, karena situasi dirinya menyerang orang yang mendekat terus saja terjadi, kita masih bisa yakin bahwa Sage Shaula masih berada di Menara Pengawas sekarang.”

“Dia betulan Sage yang amat menyebalkan …” kata Subaru.

“Bukan seperti itu. Faktanya, ada banyak Pemuja Penyihir yang mencoba mendekati Kuil, lebih dari yang kau bayangkan, Subaru-kyun. Sage-san mengurus mereka semua, dia hanya teguh menjaga tujuan mereka untuk mencegah kebangkitan Penyihir Kecemburuan.

Kendatipun dia sudah mengutarakan pendapat positifnya. Ekspresi Felix tak membaik. Semua anggota Pengawal Keluarga Kerajaan wajahnya sama-sama gelisah, sampai segitunya, mungkin ada pengalaman ketika Sage memberikan pelajaran menyakitkan kepada Pengawal Keluarga Kerajaan.

Di sisi lain, Subaru mengangguk pada opini yang mudah dipahami Felix.

Tentu saja, bila kau lihat dari sudut pandang, Lakukan apa pun asalkan tujuan tercapai, itu akan menjengkelkan nian, namun semisal kau perhitungkan sifat jahatnya Kultus Penyihir, itu tindakan pencegahan alami.

Malahan, karena ada orang yang konstan mengawasi Penyihir Kecemburuanlah bisa dibayangkan bahwa dunia ini punya semacam sistem keamanan yang berlaku melawan Penyihir Kecemburuan.

“Waktu berlalu cepat, diriku tak peduli akan sifat sejati petapa yang hidup dalam sejauh ini selama waktu masih ada. Yang penting adalah fakta dia meminjam waktu terbatasku. Diriku akan cepat kembali ke penginapan andai kalian melanjutkan ocehan tidak berguna ini. Aku harus menyuruh Schult memijat kakiku.”

“Y-ya bu. Priscilla-sama telah bekerja keras dan sudah sangat lelah! Saya menghargainya sepenuh hati!”

Sesudah dipeluk dan dikubur dalam dada besarnya, Schult menjawab dengan wajah merah. Priscilla yang membelai anak laki-laki seraya tersenyum penjahat, dari awal tidak menemukan banyak manfaat dari konferensi ini.

Ajaib dia datang jauh-jauh ke sini tanpa berulah.

“Meski aku tak ingin berada di pihak Putri, aku pun setuju kita harus segera kembali ke topik. Beri tahu kami, tentang Sage.

Felt menuntut agar mereka kembali ke topik utama, tampang tidak sabar menghias wajahnya.

Menyetujui keadaannya, Subaru beralih kembali menghadap Anastasia.

“Walau kami terus menginterupsi berkali-kali, menurutmu bagaimana soal Sage tertutup ini?”

“Jadiiii, ceritanya akhirnya kembali ke awal.”

Anastasia menepuk tangan. Berikutnya, dia tatap wajah-wajah semua orang yang duduk di meja bundar seraya menyentuh lembut syal rubahnya …

“—sebagaimana yang diketahui semua orang, Sage Shaula membantu menyegel Penyihir Kecemburuan dengan kebijaksanaan tidak tertandingi serta kekuatan sihirnya. Sekaligus penglihatan luas yang sampai-sampai katanya dia melihat seluruh dunia, juga pengetahuan yang kabarnya dia mengetahui semua isi dunia ini. Semisal keduanya benar tanpa dilebih-lebihkan …. Maka mungkinkah dia tahu bagaimana cara menangani sesuatu yang ditinggalkan Kultus Penyihir juga?

“… tapi, bukankah yang kau katakan itu cuma angan-angan saja?”

“Maksudnya kau tidak setuju, Natsuki-kun?”

Biarpun sepertinya Anastasia membalas pertanyaan Subaru dengan pertanyaan lain, jawaban akan pertanyaan Anastasia itu sulit.

Mencoba mengandalkannya sekiranya Subaru semata-mata melihat gelar Sage adalah opsi jujur. Sehubungan hal itu, Subaru juga tidak menganggapnya ide buruk. Jikalau dia adalah orang yang memiliki pencapaian hingga melegenda, maka barangkali dia beneran tahu cara melawan Gen Penyihir Dosa Besar.

Namun kecemasan berbeda telah menguasai Subaru.

Nama Sage Shaula dan Menara Pengawas Pleiades tempatnya tinggal. Kedua kata kunci tersebut tidak memungkinkan Subaru nurut menerima permintaan Anastasia.

Karena Shaula2 dan Pleaiades adalah dua kata yang familier bagi Subaru.

“…”

Menurut pengetahuan modern Subaru, Shaula adalah nama bintang paling terang kedua di Skorpio3.

Pleiades dari Menara Pengawas Pleiades jauh lebih eksplisit, sebab nama itu adalah nama gugus bintang yang dikenal sebagai Gugus Pleiadees—Nama Jepangnya adalah Subaru.

Tentu saja, dia tidak berpikir gugus bintang itu menyatakan Natsuki Subaru, namun nama objek astronomi5 yang dia ketahui muncul di dunia ini sudah cukup meningkatkan kewaspadaannya ke tingkat MAKSIMUM.

Uskup Agung Dosa Besar Kultus Penyihir—Petelgeuse, Regulus, Sirius, Capella, Alphard, Batenkaitos.

Saat ini, seluruh Uskup Agung Dosa Besar yang nama-namanya terungkap memiliki nama-nama bintang dari dunia Subaru di nama mereka; tidak mungkin tak punya prasangka sebelumnya terhadap Sage Shaula dan Menara Pengawas Pleiades.

“Singkirkan pendapat tidak setuju Subaru-kyun …”

Felix memotong percakapan menggantikan Subaru yang tetap diam tanpa berhasil membantah. Jarinya menyentuh pipi, selagi bersikap normal dengen pengecualian tatapan tegas di matanya, Felix menukas:

“Pendapat mendatangi Sage Shaula sendiri mungkin bagus, tapi bukannya jadi masalah mengenai bagaimana kita melakukannya? Apa ada cara lain? Bahkan meski tidak ada orang yang berhasil sampai Menara Pengawas.”

“Alasan tidak ada yang berhasil karena Sage kelewat kuat, itu ceritanya, kan?”

Felt mengemukakan pertanyaan pada kata-kata menarik Felix, selagi dia duduk menyilangkan kaki di kursi. Dia sekilas menatap Reinhard.

Begitu, semisal masalahnya hanya tidak ada yang sebanding kekuatan Sage, lantas …

“Kita akan berhasil kalau dia Reinhard, kan? Dia tidak punya manfaat lain selain kuat saja, tapi kalau soal itu saja, dia giiillaaaaaaa.”

“Tidak biasa Felt-sama memuji saya, terima kasih banyak.”

“Ini yang kumaksud.”

Felt cemberut pada tanggapan Reinhard. Namun segera setelahnya, Reinhard menurunkan alis seolah-olah tengah dalam masalah.

Demikian, dia bicara, “Tapi …” diawali permintaan maaf.

“Sayangnya, saya tidak bisa sampai Menara Pengawas. Saya kekurangan kekuatan.”

“… orang ini kurang kuat … bukannya itu sedikit mencemaskan?”

“Dia bukannya kurang kekuatan tempur, Felt-sama. Tiada area di dunia ini yang tidak mampu dijangkau kekuatan sejati Reinhard. Tapi, Menara Pengawas itu masalah berbeda terhadap hambatan semacam itu.”

“Jadi kau tahu detailnya …. Semisal kau ini Pengawal Keluarga Kerajaan, wajar sih.”

Wajah Felix jadi tidak enak mendengar Julius menindaklanjuti kata-kata Reinhard. Melihat hubungan merenggang tiga Pengawal kerajaan dari sudut matanya, Subaru berbicara kepada Reinhard lalu bertanya.

“Apa tujuanmu mencoba bertemu Sage?” tanya Subaru.

“Itu perintah dari Kerajaan. Untuk obat penyakit, itu saja—Sekitar dua tahun lalu.”

“Dua tahun lalu …”

Frasa penyakit dan dua tahun lalu membuat Subaru memahami keadaannya.

Dua tahun lalu dari hari ini, anggota Keluarga Kerajaan jatuh sakit satu per satu dikarenakan penyakit asing, tepat di Kastil Keluarga Kerajaan. Epidemi yang tidak satu orang pun tahu obatnya—Kemungkinan besar, mereka memerintahkan Reinhard untuk menghubungi sang Sage untuk mencari tahu obat penyakitnya.

Namun Reinhard gagal, itu menjelaskan wajah suram ketiga Pengawal Keluarga Kerajaan.

“Menara Pengawas dan Kuil, letaknya di Air Terjun Besar tepi timur Lugnica—Dikelilingi Bukit Pasir Augria. Menara Pengawas dapat diihat dari kejauhan di jalan masuk Bukit Pasir. Jadi seharusnya kau tidak melewatkan tempat itu, tapinya …”

“Tapinya?”

“Ada banyak fenomena aneh yang suka terjadi di bukit pasir, jadi kau tidak bisa mendekati Menara Pengawas. Satu teori mengutarakan adalah karena miasma yang merembes keluar dari Kuil.”

“Selain itu, Bukit Pasir Augria telah berubah menjadi tempat yang digentayangi Monster Iblis yang tertarik miasma. Di daratan penuh miasma itu, keganasan dan kekuatan Monster Iblisnya jauh melebihi tingkatan umum. Terlepas dari itu, datang ke sana dari awal sama saja bunuh diri.”

“Jadi itu gurun liar yang dihuni Monster Iblis. Pasti neraka …”

Selain masalah Sagenya sendiri, ada gurun yang bahkan Reinhard tidak sanggup jelajahi, sekaligus seton Monster Iblis yang berkelana di gurun—Perkara inilah, faktor-faktor untuk menolak taktiknya kebanyakan.

Bisa dimengerti jika menghubungi Sage tidak pernah bisa dilakukan sekali pun selama kurun waktu empat ratus tahun.

“—iya, tapi bagaimana seandainya ada cara untuk melewati neraka itu?”

“…” semua orang.

Semua orang mengangkat wajah mereka pada kata-kata mendadak Anastasia tepat begitu suasana suram mulai menyelimuti mereka.

Anastasia tersenyum puas karena menyela di waktu yang benar. Kemudian, dia mengangguk agar semua orang dapat melihatnya …

“Ada, itulah sebabnya aku repot-repot menyinggung nama Sage.”

“Anastasia-sama dari Kararagi, Anda tahu cara untuk mencapai Sage yang telah mengasingkan dirinya selama empat ratus tahun, sekarang ini? … cara macam apa itu?”

“Kau merusak wajah cantikmu. Aku akan menjelaskannya kepadamu bahkan tanpa wajah kasar itu.”

Tak acuh mengesampingkan Felix yang berapi-api, Anastasia melepaskan syal dari lehernya.

Lalu dia buka gulungan syalnya di atas meja bundar dan mengangkat bagian ujungnya …

“Aku membicarakannya sebelum pertempuran defensif, roh buatan milikku, Echidna. Si kecil ini tahu jalan menuju Menara Pengawas Pleiades—Karena itulah kita bisa bertemu Sage dari Menara Pengawas.”

“…”

Napas Subaru tercekat mendengar deklarasi Anastasia.

Roh buatan Echidna, makhluk itu yang menyamar sebagai syal rubah adalah kunci mencapai Sage.

“—aku sangat diperhatikan sekali, ya. Kalian membuatku tersipu malu!”

Berkata demikian, roh rubahnya mengangkat leher.

Subaru tidak tahu sebesar apa dia percaya kepadanya, sebagaimana nama sang Penyihir yang dia pinjam.

 

Catatan Kaki:

  1. Anak pedang kiriman surga adalah konsep yang kelihatannya umum dalam tradisi Jepang. Mengacu kepada seorang anak yang diberikan atas hasil doa kepada dewata. Kejadian itu banyak terjadi di legenda, cerita rakyat, dan pada agama juga, di Jepaanngg.
  2. Shaula: http://simbad.u-strasbg.fr/simbad/sim-id?Ident=Shaula&NbIdent=1&Radius=10&Radius.unit=arcmin&jsessionid=C4180C52D6FF8EB3F537A99DAA9857A9.main
  3. Skorpio (♏) (bahasa Yunani: Σκορπιός Skorpios; bahasa Latin: Scorpius) adalah bintang kedelapan dari daftar zodiak. Bintang ini berada diurutan 210-240 zodiak, antara 207,25 dan 234,75 derajat bujur langit. Di bawah zodiak tropis, matahari transit daerah ini rata-rata antara 23 Oktober sampai 22 November, dan di bawah zodiak sidereal, matahari saat transit konstelasi Scorpius dari sekitar November 16 sampai 15 Desember. Tergantung pada sistem zodiak yang digunakan, sebuah individu yang lahir di bawah pengaruh Skorpio dapat disebut Scorpio atau Scorpion. Simbol kalajengking didasarkan pada Scorpius, kalajengking raksasa yang dikirim oleh Gaia untuk membunuh Orion.
  4. Dalam astronomi, Pleiades atau Gugus Kartika (Objek Messier 45) adalah sebuah gugus bintang terbuka di rasi bintang Taurus, merupakan gugus bintang paling jelas dilihat dengan mata telanjang, dan salah satu yang terdekat dengan Bumi. Dalam tradisi perbintangan Jawa ia dikenal sebagai Lintang Wuluh.
  5. Objek Astronomi atau dikenal dengan nama Benda Langit adalah objek fisik atau struktur yang ada di alam semesta teramati. Contoh benda langit adalah planet, satelit, bintang, nebula, galaksi, asteroid, meteoroid, sistem keplanetan, Komet, debu antariksa, gugus galaksi, lubang hitam, supergugus, dll.

10 Replies to “RE: ZERO KARA HAJIMERU ISEKAI SEIKATSU ARC 5 BAB 79”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *