RE: ZERO KARA HAJIMERU ISEKAI SEIKATSU ARC 5 BAB 6

Posted on

Dua Kesatria Roh, Dua Pedagang Serakah, dan Satu Malaikat Altruisme

Penerjemah: Chaos With Chueelaq

Berbanding terbalik dengan ekspektasi semua orang, Anastasia sepertinya menyerang duluan. Suasana di Penginapan Seasylph Lodge menegang.

“—terima kasih telah secara langsung menyambut kami, benar-benar menenangkan.”

Anastasia yang menemui Emilia tentu saja sudah dikalkulasikan sebelumnya. Selagi Subaru tenggelam dalam renungan, Emilia yang sedikit bingung membalas, menarik perhatiannya.

Anatasia mengerutkan kening kepada Subaru yang mungkin memikirkan asal-usul Garfiel di sampingnya, Beatrice juga masih memegang erat lengan bajunya. Subaru yang menghabiskan waktu main berhari-hari dalam mansion telah terbiasa dengan kehadiran mereka.

“—Ekspresinya sama seperti biasa.”

TL N: (Anastasia ini punya aksen kansai)

Tatapannya pindah dari Subaru ke Emilia seraya bergumam sendiri, mata hijau muda menandakan ejekan. Hubungannya dengan Emilia telah berubah dalam waktu satu tahun ini, konflik-konflik kecil antara mereka dianggap wajar.”

“Subaru, jangan melamun dengan ekspresi seserius itu.”

Mendengar tanggapannya, Subaru mengusap hidung canggung, menyadari bahwa Beatrice memperhatikan seksama prosesnya. Sudut mulut Anastasia terbuka dan tersenyum tipis.

“Natsuki-kun, dengar-dengar setelah menumpas Paus Putih, segalanya menjadi menyimpang. Apa wilayah Roswaal baik-baik saja?”

“Maaf kau mesti menerima berita tak menyenangkan ini. Karena pasukanmu, kami selamat dari pertempurannya. Sebagai rekan, kita mendukung satu sama lain, kan?”

“Masa? Aku lega kau berpikir demikian. Kami berdua senang sekali kau sempat datang. Sudah lama kau tak bertemu Julius, ya?”

Anastasia bertepu tangan satu kali, memanfaatkan kesempatan untuk menggoda Subaru yang langsung lengah dan seketika memberengut. Emilia serta Anastasia bersama-sama tertawa, sementara Subaru makin merasa tak tenang, berpikir tak satu pun dari mereka memahami hubungan kompleksnya dengan Julius. Dia hendak menjelaskannya kepada Emilia, tapi setiap upaya berakhir gagal.

“Ah … aneh bat. Gua rasa wanita ini salah satu musuh Emilia-sama?”

Garfiel yang tadinya diam mulai bertanya, tidak berusaha menutup-nutupi permusuhannya. Subaru menggaruk kepala karena malu setengah mati, dan mata bulat Anastasia kian bulat lagi.

“Garfiel, kau tidak salah, tapi cara penempatanmu ekstrim sekali. Lagian, bukannya kita diundang ke sini?”

“Yogs, tapi tetep aja, bukannya kalian saling tusuk dulu? Ini sih pelik banget pas kalian sok berakting teman akrab.”

“Itu benar. Garfiel adalah orang baik, jadi aku mengkhawatirkannya ….” “—eh! Orang baik apaan! Emilia-sama ngomongin apaan sih!”

Memang hebat, Garfiel buru-buru membelokkan kata-kata Emilia. Anastasia menatap penasaran, bertanya-tanya mengapa dia sangat malu, ketika itu ….

“Ah! Garf di sini! Nona, kenapa tidak kasih tahu saya!?”

Pintu kayu penginapan terbuka keras. Keributannya disulut Mimi, seorang gadis berwajah kucing cantik bersinar cerah saat melihat para pendengarnya. Dia merengsek masuk dan mengejutkan semua orang lalu memegang erat tangan Garfiel.

“Selamat datang! Kau lelah, kau lelah, jadi Mimi akan mengantar ke kamarmu! Di situlah tempat istrirahatmu! Hei, kau tidak bergerak sama sekali!”

“W, woi, bentar, bentar! Gua yang hebat ini belum setuju … lu kuat! Apa!?”

“Sebelah sini! Sebalah situ! Ayo!”

Mimi kecil menempel ke tangan Garf, meskipun mestinya anak bocah itu cukup kuat untuk membebaskan diri, nyatanya ia diseret tanpa daya. Barangkali menggunakan teknik rahasia, tapi sepertinya Garfiel tak ingin menjauhkan Mimi dengan mengguncangnya. Lagi pula, terlepas dari penampilan, mereka harusnya seusia.

“Anu ….” Anastasia bingung.

Garfiel memperkenankan dirinya diseret pergi dan melawan sedikit sementara wajah Anastasia kelihatan pusing, Emilia juga.

“Hah, Mimi selalu saja bersemangat, walau demikian, barusan aku terkejut.”

“Ah, itu benar. Benar juga. Aku pikir kau merasa dia meninggalkanmu sendirian.”

“Tidak sama sekali, itu tidak masalah. Tapinya—”

Setelah percakapan singkat, tatapan lembut sementara Anastasia menajam tenang, dan Subaru tanpa sadar bergerak ke depan Emilia.

“Aku ingin kau memberi tahu anak macam apa dia, dia yang menarik perhatian Mimi.”

Pertanyaan berbahaya itu diisi amarah tenang nan membara oleh wanita yang merasa putri manis atau adik kecilnya disentuh hama. Secara halus menyampaikan bahwa Mimi disayangi, dan kendati sampai lebih awal, memikirkan urusan ini saja sudah membuat Subaru lelah.

“… ada apa, Natsuki-san, kenapa wajahmu lelah begitu?”

Ketika itu, Otto yang telah kembali seusai mengatur naga darat dan wagon mereka, mendapati Subaru dalam keadaan letih dan bergabung ke dalam pertemuan.


Hotel terkenal di Pristella, Seasylph Lodge, ubinnya berlantai kayu menyerupai tikar tatami1. Tempat ini jelas ditujukan kepada pejalan kaki kelelahan seperti Subaru yang langsung duduk di atas bantal. Beatrice duduk tenang di sebelahnya, tetapi Emilia dan kawan-kawan kebingungan dan membayangkan duduk di lantai secara langsung. Meja kayu panjang juga aula besar kesemuanya mengingatkan penginapan bergaya Jepang, tidak termasuk kurangnya lantai tatami.

Akan tetapi, seorang ahli sejati seperti Subaru menemukan tempat yang tak kekurangan poin tersebut.

“Misalnya, tempat ini kurang pintu geser dan pintu Shoji2, dan sayangnya, para karyawan tidak mengenakan kimono3. Rasanya buruk dan dari segi luar malah mirip ryokan4, membuat suasananya terkesan setengah-setengah.”

Tentu saja Subaru tak sanggup menghilangkan perasaan tak mengenakkan karena pengaturannya ditujukan langsung dari fantasi terlepas pakaian dan keramahtamahan karyawan.

“Jadi, nilai totalku adalah tujuh puluh poin. Tempat ini oke-oke saja, tapi bagus ya bagus, demikianlah penilaianku. Aku harap kau akan bekerja lebih keras untuk memperbagusnya di masa depan nanti.”

“Kau membicarakan apa, ya?”

“Semacam hiburan minim, menghibur, dan penenang hati yang menghilangkan frustasiku … jadi aku akan baik-baik saja meskipun tanganmu tidak menggenggam tanganku.”

“… untuk jaga-jaga doang, aku akan memegangnya sedikit lama lagi, ya.”

Tangan kiri Subaru yang digenggam sedikit mengerat, pemuda itu tidak membalas lagi, malah menatap Emilia di samping kanan. Emilia memeriksa lingkungan anehnya dan memperhatikan tatapan si anak muda.

“Luar biasa, bukan? Sedikit aneh dari luar, tapi saat masuk rasanya sangaaaat janggal, duduk di lantai dan melepas kaus kaki ….”

“Aku malah tak punya tempat tidur di kamarku, ada futon5 di lantai. Aku akan terkejut seandainya tempat ini tidak punya satu pun … apa karyawannya akan memberiku satu?”

“Permintaan tidak biasa dan tidak perlu … lebih tepatnya, apa Natsuki-san familiar dengan adat Kararagi?”

Otto yang duduk di seberang Beatrice nimbrung dalam pembicaraan. Ungkapan ala Kararagi menarik perhatian Subaru.

“Ala Kararagi? Memangnya bangunan ini produknya?”

“Benar, desain arsitektur Wafu ini asalnya dari Kararagi, kendati penggunaannya tak tersebar luas di sini. Di Kararagi sendiri, gaya seperti Seasylph Lodge dianggap tradisional.”

“Maka dari itu hotelnya beragam Kararagi? Apa termasuk soal diplomasi?”

Bangunan ini tak salah lagi model Jepang. Subaru ingin memastikan latar belakangnya.

Seakan-akan melengkapi pemikiran Subaru, Otto mengangkat jari dan berbicara.

“Itu karena sejarah Pristella sendiri. Hoshin si Limbah yang bertanggung jawab atas konstruksi ini. Aku yakin kau pernah mendengarnya?”

“Beneran deh, aku dengar sedikit tentang Hoshin si Limbah ini.”

“Sekalipun dilahirkan dalam masa-masa kelam, dia berhasil meraih banyak pencapaian. Bahkan memanggilnya Sage tidak jadi masalah. Akan tetapi, karena betapa mempesona dirinyalah perselisihan akhirnya terjadi.”

Kisah Otto terjadi lebih dari seratus tahun lalu, tatkala Pristella terpecah antara budaya ke-Lugnicia-an dan ke-Kararagi-an. Pristella secara geografis termasuk Lugnica, tapi Hoshin sang penemu mengakui dirinya dan diakui orang Kararagi. Lugnica sendiri tidak menyukai pengaruh budaya Kararagi dan berusaha menghapus seluruh jejak-jejak budayanya, namun orang-orang lokal mulai ofensif dan protes. Parahnya menyebabkan beberapa sengketa wilayah antara kedua negeri. Ujung-ujungnya mengarah ke diplomatik dan sampai di titik keduanya hendak memutuskan hubungan mereka.

“Untung saja, kejadian ini tidak bertahan lama. Berangsur-angsur, peraturan mulai longgar, dan Lugnica serta Kararagi memperbaiki hubungan satu sama lain. Selama periode itu, impor bea cukai Kararagi melamban. Barangkali sebab Lugnica merasa aman membiarkan penjagaannya leluasa.”

“Kalau begitu, baguslah masalahnya selesai. Jadi budaya Kararagi akarnya menuju Hoshin?”

“Oh sepertinya begitu. Sedari awal Hoshin adalah orang beride inovatif. Pengaruhnya kepada ideologi, teknologi, dan perundang-undangan besarnya bukan main.”

“—begitu.”

Subaru menerima jawabannya. Cerita Otto menegaskan bahwasanya sang pendiri Kararagi, Hoshin si Limbah, beridentitas sama seperti Subaru dan AI, seseorang yang dipanggil dari dunia lain.

Subaru kini mengenal tiga orang yang dipanggil dari rentang waktu berbeda: Hoshin 400 tahun lalu, Ai dua puluh tahun lalu, dan dirinya satu tahun lalu.

Subaru tidak memahami kesenjangan waktu, atau mengapa dirinya terpilih, tidak ada artinya berspekulasi liar. Tapi dia jelas sekali tak sendirian. Mengetahui hal sedikit itu saja membuat hati Subaru selamat.

“—rupanya semua orang bersenang-senang di penginapan.”

Sebuah pintu geser tipis berbahan kayu meluncur terbuka, dan Anastasia masuk tepat waktu, berdiri di sisi lain sambil tersenyum.

Kemudian yang berdiri di sebelahnya ….

“Lama tidak bertemu, Emilia-sama. Saya sungguh minta maaf karena terlambat. Semestinya saya yang pertama meyambut Anda.”

Seorang pria berwajah menyesal dan suara lembut juga merdu. Mendengarnya saja membuat banyak wanita menganggap suara seorang malaikat. Mimpi lucu, tapi suaranya memang punya warna, indah, dan kekuatan. Suara Kesatria para Kesatria, Julius Juukulis yang menjengkelkan. Kurang lebih Subaru merasa begitu.

“Mmmn, sudah lama juga, Julius. Kau kelihatan baik-baik saja.”

“Saya berterima kasih atas perhatian Anda. Seperti biasa, kebaikan lagi kecantikan Emilia-sama semakin dipoles. Seolah-olah bayangannya saja cukup memperkuat kerajaan ini, di sisi lain sisa dunia merugi.”

Subaru menganggap pidatonya sok-sokan dan menjijikkan, selalu begitu. Julius beralih menatapnya.

“Sudah lama kita tak bertatap muka. Anda terlihat energik seperti biasanya, Natsuki Subaru-dono.”

“… hentikan sikap palsumu itu, membuatku merinding saja. Subaru-dono matamu, terang-terangan sekali kau.

“Tersohor sudah diri Anda yang telah diakui sebagai kesatria Emilia-sama. Tingkah tak hormat Anda kepada posisi ini sebelumnya wajib ditampik oleh kita berdua. Pertama dan terutama, sebagai seorang ksatria, apa Anda hendak berperilaku sesuai?”

Melihat tindak terpuji Julius, Subaru cemberut.

“Yea, aku ksatrianya sekarang. Tidak seorang pun berpikir aku bisa melakukannya, dan di sinilah aku.”

“Begitu. Walaupun posisi Anda berubah, perilakunya tidak—kalau demikian, saya akan menghilangkan kesopanannya.”

Julius menampik tindak-tanduk formalnya dan tersenyum sedikit lanjut menatap ke Subaru yang duduk di lantai.

“Nah, sekali lagi … lama tak jumpa, Natsuki Subaru. Apa kau bekerja keras setiap harinya untuk menjadi seorang kesatria terhormat?”

“Memangnya kau harus bertanya lagi? Lagian, aku dihajar habis-habisan oleh seseorang yang mengira diriku tak terhormat, atau apalah.”

“Tampaknya reputasiku diserang. Seingatku duel itu terhormat.” “Jangan disederhanakan, bangsat ….”

Sayangnya, Subaru yang bersalah, dan meskipun mencoba berkata sebaliknya dia malah semakin terlihat buruk. Jadi Subaru, alih-alih membela diri, malah sedikit menghina Julius. Menghadapinya, kesatria Anastasia menyipitkan mata seolah bilang, ‘hmm.’

“Nyatanya kekuranganmu sudah dibetulkan. Andai kau belajar melihat sesuatu dengan perspektif kesatria, kau akan lebih-lebih lagi. Emilia-sama serta Roswaal-sama mengincar potensi itu, sepertinya. Meski begitu ….”

“….?”

Sesudah menilai Subaru, Julius melihat sekitar hingga mata kuningnya terhenti pada Beatrice, mata biru pasinya menatap.

“Apa ini? Kau mestinya tidak terus menatap seorang wanita, ya.”

“Tidak sopan sekali diriku. Tidak kusangka ada roh kelas atas sepertimu di sini.”

“Sebab Betty adalah rekan Subaru, masuk akal sekiranya muncul di sini. Aku jauh berbeda tingkatan dari roh kuasi yang kau bawa. Aku bertanya-tanya kau takut padaku atau tidak, ya.”

Beatrice berdiri dan tangannya menyentuh pundak Sudbru sementara dadanya membusung. Aksinya adalah karena telatah Julius kepada Subaru, lantaran dia lebih rendah dari Julius kecuali satu hal. Keduanya sama-sama kesatria roh, tapi roh yang dikontrak Subaru beda kelas.

Julius ditemani enam roh kuasi yang mewakili masing-masing enam atribut. Roh agung lebih hebat daripada roh kuasi, dan roh kuasi lebih kuat dari roh-roh kecil. Memperhitungkannya, bisa dibilang Subaru dan Beatrice adalah tim yang lebih kuat.

—sayangnya ….

“Andaikan kau membandingkan kemampuan sebenarnya, kita punya banyak kekurangan dan potensi sia-sia yang bahkan tak dapat dibandingkan dengan roh kuasinya.”

“Hmph. Apabila dia tak berhenti meremehkan Subaru … aku akan membuktikan apa yang terjadi bila meremehkan pasangan Betty, meskipun kau ini pria tampan yang menggoyahkan hati Betty, ya!”

“Pria tampan yang menggoyahkan hatimu!?”

Jelas bukan apa yang ingin didengar Subaru, tapi Julius sendiri, penyebab retaknya hubungan mereka Beatrice mengetahuinya.

“Jangan salah paham, rohmu takkan mengkhianatimu. Instingnya terguncang oleh Divine Protection-ku.”

Protection-mu ….? Serius nih, kau juga punya? Protection macam apa?”

Protection yang aku miliki ialah Divine Protection of Gathering Spirits. Sederhananya, semacam Berkah yang disukai para roh.  Aku pun punya kontrak sama roh kuasi enam atribut. Hanya dengan kekuatan Divine Protection itu diriku mampu mempertahankannya.”

“Betty takkan kalah! Subaru lebih baik darimu … ya!” “Terima kasih! Tolong jangan sakiti aku lagi!”

Meski ikatan kepercayaan antara keduanya tak terhancurkan, Subaru masih kecewa karena responnya kurang tegas. Kapan pun Subaru menghadapi Julius, dia bakal marah karena kekurangannya sendiri. Itulah alasan utama dulunya dia membenci Julius.

“Sebagaimana biasa, kesatria kita amat atentif perkara Natsuki-kun.”

“Tidak sama sekali. Aku semata-mata membahas gelagat seorang kesatria sebagai seniornya. Para kesatria Kerajaan Lugnica dinilai dari gerak-geriknya.”

“Wah, Natsuki-kun sudah memegang reputasi seorang kesatria, benar? Julius ini teramat tidak jujur.

Menanggapi ejekan Anastasia, Julius menunduk dan mengangguk diam. Anastasia barangkali banter-banternya akan menang, dan di akhir-akhir akan bersenang hati. Emosi mereka terasa familiar.

—Beatrice menepuk bahu kiri Subaru, sedang Emilia kanannya.

“Jangan terlampau resah, ya. Penampilan bukanlah segalanya, ya.”

“Aku senang Subaru dan Julius rukun, bahagianya kalian berdua menjadi teman baik.”

Bagaimana orang lain menganggapnya? Subaru cuma dapat merasakan ketidaknyamanan dari mereka. Menggaruk pipi furstasi dan Anastasia duduk di depannya.

“Kalau dipikir-pikir, kenapa hanya ada kalian berdua di sini? Mimi dan Garfiel … mungkin sedang berkencan, tapi ….”

“Seperti perkataanmu, Mimi bersama si anak pirang itu sekarang. Hetaro menyayangi adiknya dan barangkali tengah mengawasi mereka, Tivey bisa jadi memperhatikan Hetaro. Karena itulah saat ini mereka tidak bersamaku.”

“Apa Ricardo tidak datang? Aku tau tiga kucing itu kuat banget, tapi bukannya merasa tentram kalau ditemani kesatria sebenar-benarnya?”

Aneh andai si kembar tiga ada, tapi Ricardo yang biasanya menangani kejenakaan mereka tidak ada, seperti saudara Julius, Joshua.

“Sayangnya kami di Pristella tidak untuk bersenang-senang. Ricardo dan adikku Joshua punya urusan di tempat lain. Kau sudah bersua dengannya, kan?”

“Ya … dia sangat mirip denganmu. Coba saja tubuhnya lebih berotot sedikit, dia bisa menyerupaimu seratus persen. Sudah sepatutnya begitu. Kau boleh pergi sekarang.”

“Aku simpan pendapat menarikmu, tapi itu akan sulit bagi Joshua. Dia bukan anak yang cocok untuk melakukan perjalanan jauh. Sayang sekali, aku merisaukannya, sebagai seorang kakak.”

Yang membuat Subaru kesal adalah karena Julis serius menganggapnya dan mulai meresahkan Joshua. Otto menyela keheningan Subaru dengan berdehem.

“Uh—aku tak keberatan dengan suasana kasual ini, tapi sekarang hampir semua orang telah datang, boleh saling berkenalan?”

“Aku juga ingin memperkenalkan diri, sebab orang-orang yang aku kenal di sini hanyalah Emilia-san dan Natsuki-kun. Terutama ingin mendengar lebih banyak mengenai perwira yang mukanya kompeten juga roh agung-chan.”

“Ei ei, Anda tidak kekurangan informasi, Anastasia-sama. Apa ada yang salah dalam laporan Anda?”

“Aku dapat membayangkan mengapa kau punya kesan seperti itu, tapi aku pikir lebih baik tidak mengungkit informasi-informasi akurat!”

Menghindari pertanyaan perwira yang mukanya kompeten, dia mengangguk kepada Julius.

“Izinkan aku memperkenalkan diri. Akulah Julius Juukulius seorang Kesatria dari Kerajaan Lugnica, meskipun saat ini menjadi kesatria Anastasia-sama.”

Julius menunduk sedikit pada Otto yang mengangguk terhadap sikap elegannya. Julius setelahnya memperkenalkan sang master, Anastasia.

“Aku mempersembahkan salah seorang kandidat Raja dari Kerajaan Lugnica, Anastasia Hoshin, pengusaha wanita berbakat yang mengelola Perusahaan Hoshin Kararagi.”

“Benar … benar, ya!” ujar Otto.

“Jangan menunduk saat perkenalan!”

“—eh, salahku, momentumnya berat!”

Subaru memukul belakang kepala Otto, selagi Anastasia menonton, senang oleh perkenalan Julius.

“Jangan terintimidasi oleh gelar! Emilia-tan adalah kandidat kuat dan takkan kalah oleh Anastasia!”

“Mmn, itu benar. Aku juga seorang kandidat, jadi aku akan berusaha yang terbaik.”

“Aaahh, kau manis sekali. Aku cuma bisa ngomong EMT.”

“Aku agak terganggu oleh lelucon penenangmu ….” omel Beatrice.

Melihat tipikal dan ejekan sia-sia, Otto tenang kembali dan menghadapi kubu lawan.

“Terima kasih atas perkenalan rincinya. Saya sedikit terlambat menginformasikan ini, tapi saya adalah Otto Suwen, Menteri Dalam Negeri Emilia-sama … ya, berkat beberapa situasi yang disebabkan oleh seseorang, saya menjai Menteri Dalam Negeri.”

“Roman-romannya ada rasa penyesalan dalam keputusan itu.”

“Awalnya saya ingin menjadi pedagang sederhana, tapi sekarang beginilah saya ….”

Meskipun suaranya meratap, Subaru menegak, menolak memberi Otto jalan pelarian. Anastasia menjulurkan lidah, menunjukkan simpati kepada Otto.

Sesudahnya, semua orang berpaling menghadap Beatrice. Menyadari tatapan mereka, dia mempresentasikan tubuh kecilnya secara terbuka kemudian menyatakan ….

“Betty adalah roh agung Beatrice, ya. Aku roh kontrak Subaru, ya. Seperti yang kalian tahu, aku adalah roh teratas soal keimutan, ya. Aku menghargai teh lezat dan cemilan manis, ya.”

“Pertahankan martabatmu hingga akhir!”

Kepribadian Beatrice adalah senantiasa menjadi karakter maskot.

Subaru menariknya ke pangkuan dan mulai membelai rambut walau dia melotot tidak senang.

“Yah, itu sebabnya dia punya kontrak denganku.”

“Aku memang yakin kau punya kompabilitas yang baik dengan roh, dan aku tak menyebutnya tidak terduga, tapi yang tak terbayangkan adalah mengontrak roh agung seperti Beatrice-sama seperti ini.”

“Jangan kelewat memuji Beako-ku. Dia seperti keluarga, semua sesuatu yang baik-baik akan membuatnya angkuh.”

“Hmph. Aku mendeklarasikan ketidaksenanganku dengan perlakuan naik pitamku, ya.”

Tatapan Beatrice membuktikan bahwa dia hampir tak menerimanya, Subaru menepuk-nepuk pipi. Kini semuanya sudah tenang ….

“Yah, perkenalannya berakhir sudah dan suasana terasa tenang untuk sementara waktu. Jadi, mari bicarakan bisnis, ya?”

Sebagai Menteri Dalam Negeri Emilia, sudah peran Otto untuk memimpin percakapan seperti ini dan mencegahnya menyimpang. Anastasia menjawab sembari mengutak-atik syal bulu rubah putihnya.

“Eh ….? Wah, sudah tugas kami sebagai tuan rumah untuk menjamu para tamunya. Kalau kau mau.” “Baiklah, pertama-tama, apa alasan Anda mengundang kami ke Pristella?”

“Tidak usah khawatir, jangan was-was. Aku tidak merencanakan apa-apa. Setahun berlalu semenjak Pemilihan Raja dimulai, dan kita tak berkesempatan bertatap wajah satu sama lain belakangan ini, jadi aku ingin mengatur satu kesempatan.”

Kebanyakan orang dapat dengan mudah disesatkan oleh sikap lembutnya, namun Otto sudah veteran soal negoisasi. Pembicaraannya berubah menjadi pertarungan antara pedagang.

“Mempertimbangkan situasi kita, kita di sini karena Anda memancing kami dengan umpan. Wajar saja kami berhati-hati.”

“Wah kami mengundang kalian ke sini sebab suatu alasan. Ada souvenir di Pristella yang diinginkan, benar? Anggap saja sebagai hadiah.”

“… tahu dari mana kami mendambakan hadiah ini?” tanya Subaru.

“Semacam rahasia perusahaan, Natsuki-kun. Bilang saja aku ini orang penasaran dan biarkan saja begitu.”

Anastasia menutup mulutnya sambil tertawa. Sulit mengira dia sedang mengolok kebingungan Subaru atau tidak, tapi dia merasa demikian. Menyadari kecemasannya, Beatrice hanya dapat menghembuskan nafas, sedangkan Subaru bertanya-tanya bagaimana Anastasia mengetahui keadaan mereka.

“Bukan sesuatu yang aku sembunyikan, jadi kebocoran informasi itu tidak bisa dihindari.”

Penerimaan jujur Emilia meredakan sebagian kegelisahan Subaru, dan Anastasia berkedip-kedip ke Emilia yang merespon sambil memiringkan kepaa.

“Mulai dari sini ke depannya, aku pikir lebih baik jika semua orang menghargai perbuatan Anastasia, alih-alih mencurigainya.”

“…merespon musuhnya dengan cara yang sangat baik. Selain itu, aku tidak membantumu semata-mata untuk keuntunganmu, Emilia-san.”

“Tapi, berkat dirimu, aku punya cara untuk menemukan hal yang kucari-cari. Terima kasih. Aku tak tahu bagaimana membalasnya, tapi benar-benar berterima kasih.

“….”

Mata Anastasia melebar terhadap respon tersenyum Emilia. Yang mengejutkannya, Julius di samping juga melunak, menjadi pusat perhatian.

“Apa ada yang salah, Julius?”

“Tidak, hanya saja jarang-jarang Anda terkejut. Saya pikir seindah wajah alami Anda, yang tak terpengaruh.”

“Alibimu pujian … yah, aku masih menerima kata-kata manis itu.”

Dibantu ucapan Julius, Anastasia melepaskan kekagetannya dan nada bicaranya kembali. Lalu menatap tajam Emilia yang penasaran.

“Emilia-san, sudah satu tahun dan kau masih punya kekurangan yang harus diurus.”

“Mmmn, aku punya banyak kekurangan dan menyulitkan banyak orang, jadi aku berusaha keras mengejar ketertinggalanku begitu ….”

“Satu koreksi, kekurangan terbesarmu bukanlah itu. Hanya saja kau menyerupai penyihir menakutkan dari banyak cerita.”

Anastasia mendesau dan tersenyum, Emilia menjadi kaku sebab sifatnya mendadak berubah. Mengabaikannya, Anastasia menoleh ke Subaru dan Otto.

“Kalian berdua bagaimana? Bersediakah meneruskan bantuan kalian padanya? Jikalau begitu, reputasi kalian akan terpengaruh.”

“Aku akan mendukungnya, dan berupaya segenap jiwa karena tugasku adalah memuji dan mendukungnya apa pun yang terjadi!”

“Sebab itulah, sebagian besar bebannya ditimpakan kepadaku. Lucunya, aku pun tidak punya jalan keluar ….”

Subaru mengacungkan jempol, Otto menatap pahit. Melihat sikap mereka saling bertentangan, Anastasia menyesuaikan syalnya.

“Tidak apa-apa deh. Kalian beneran mengerti nilai terima kasih.”

“Terima kasih, ya? Terima kasih itu mantap. Anda tak harus menyimpannya di inventaris, mengingat ada tenggat waktu yang terlampir.”

“Yap, bukankah itu benar? Dan lebih pentingnya lagi—”

Tukas Otto selevel dengan Anastasia karena dua-duanya menampakkan wajah seorang pedagang.

“—Kau tak perlu memasang label harga.”

 

TL N: Paham apa yang mereka bicarakan? Kalau gak paham gua permudah, tapi lu mesti mikir juga:

Terima kasih = Hutang Budi.

Inventaris = Pembayaran Hutang Budi ditahan dulu.

Tenggat waktu = Waktu membayar hutang budi.

Label harga = Harga yang mesti dibayar atas Hutang Budinya.

Kalau lu pinter politik atau pemikir, pasti paham sekali baca.

Mereka berdua berbicara bersamaan.

Anastasia bertepuk tangan saat Otto menurunkan bahu. Tampaknya sudah jadi pepatah umum. Perspektif mereka tentang rasa terima kasih sungguh identik.

“Nah, kembali ke kebutuhan Emilia-san … bijih sihir tanpa warna, salah satu tingkatan kemurnian tertinggi.

“Ya, benar itu, bisa beri tahu di mana adanya?”

Dalam perjalanan menuju Pristella, Emilia menyadari bahwa dirinya bertindak atas dasar keegoisan, merasa bersalah dan tak ingin melibatkan Subaru juga Otto dan yang lainnya.

Namun demikian kesempatan persis berada di depan mata, jelas saja dia mesti beraksi. Lebih dekat dari sebelum-sebelumnya untuk menemui keluarganya lagi.

“Pemasok bijih bermutu terbaik adalah dari Perusahaan Muse. Penanggung jawabnya saat ini kebetulan tinggal di kota Pristella, Kiritaka Muse—pria yang hatinya dicuri oleh seorang Biduanita.”

Catatan Kaki:

  1. Tatami adalah semacam tikar yang berasal dari Jepang yang dibuat secara tradisional, Tatami dibuat dari jerami yang sudah ditenun, tetapi saat ini banyak Tatami dibuat dari styrofoam. Tatami mempunyai bentuk dan ukuran yang beragam, dan sekelilingnya dijahit dengan kain brokade atau kain hijau yang polos.
  2. Shōji (障子) adalah panel dari rangka kayu berlapis kertas transparan. Kertas pelapis dapat berupa washi atau kertas bercampur serat sintetis. Dalam arsitektur tradisional Jepang, shōji berfungsi sebagai pintu geser, atau ketika dipasang permanen sebagai jendela atau partisi.
  3. Kimono (着物) adalah pakaian tradisional Jepang. Arti harfiah kimono adalah baju atau sesuatu yang dikenakan (ki berarti pakai, dan mono berarti barang). Pada zaman sekarang, kimono berbentuk seperti huruf “T”, mirip mantel berlengan panjang dan berkerah.
  4. Ryokan adalah tempat penginapan yang mempunyai fasilitas dan gaya bangunan dengan arsitektur Jepang. Kamar penginapan ini mempunyai ciri khas dengan beralaskan tatami (tiker). Kebetulan kemarin saya dan keluarga baru saja liburan ke daerah gunung di kawasan Hakone, Prefektur Kanagawa.
  5. Futon (布団) adalah jenis perangkat tidur tradisional Jepang. Perangkat tidur serupa juga dikenal di Korea. Futon digelar di atas tatami, di atas tempat tidur, atau kasur. Satu set futon terdiri dari shikibuton sebagai alas tidur dan kakebuton yang lebih lunak sebagai selimut.

2 Replies to “RE: ZERO KARA HAJIMERU ISEKAI SEIKATSU ARC 5 BAB 6”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *