ISEKAI NI KITA BOKU WA KIYOUBINBODE SUBAYA-SA TAYORINA TABI O SURU BAB 15

Posted on

Jack of All Trades

Sebuah Penemuan

Penerjemah: The Lost Sinner

Setelah berlari beberapa menit akhirnya aku tiba di pos penjagaan gerbang selatan. Melihat sejumlah penjaga bergegas keluar masuk, nampaknya Daniela tiba dengan selamat. Aku baru saja mau masuk, Daniela sudah keluar dari pintu bersama seorang penjaga di belakangnya. Sesaat berikutnya, Russel mengikuti!”

“Daniela, kau selamat sampai sini.”

“Iya, aku menjelaskan situasinya kepada Kapten Russel.”

Russel mengangguk dan berkata bahwa dia akan bergerak menangkap para petualang.

“Sejujurnya, aku cukup murka dengan tren ejekanmu ini. Aku tak menghargai orang-orang yang menyumpah orang yang aku selamatkan. Tapi serahkan saja padaku, nanti kulempar mereka ke penjara, bersama seminimal mungkin kejahatan mereka!”

“Russel, aku berterima kasih padamu. Tapi sudah sepatutnya kau tak menyalahgunakan kekuatan.”

“Hahaha!”

“Hei, Russel!”

Dia memalingkan muka dan mulai berjalan. Aku betul-betul tak senang dengan pemikirannya, namun ….

“Asagi. Kapten serius sekali mendengarku. Aku rasa tidak apa.”

“Yah, aku mempercayainya ….”

Bergumam kala menyaksikan sekelompok penjaga berlari, baju besi mereka berdentingan saat berangkat. Pasti ada sesuatu yang menyesakkan di tengah-tengah keributan tersebut, lantaran jarang-jarang berada di suatu tempat melainkan lingkaran kehidupanku saja.

Selagi diriku dan Daniela berdiri menonton, seorang penjaga muda datang dan membimbing kami ke dalam sebuah bangunan.

Bagian dalam rumahnya penuh barang-barnag. Dari dokumen hingga kotak misterius …. Barang selundupan, kelak mereka memberitahu. Sedikit meresahkan. Aku berusaha tak menyentuh apa-apa selagi melangkah lebih jauh ke belakang dan dalam ruangan kecil. Ada dua kursi, meja, dan tempat tidur. Sementara terdapat jendela dalam ruangan tersebut, namun ruangannya berlapis jeruji besi. Bukannya ruangan ini untuk para penjahat?

“Aku sungguh-sungguh minta maaf, tapi kau harus beristrirahat di sini hari ini.”

“Rasanya seolah aku ini bersalah karena sesuatu ….”

“Hahaha. Semakin sudah melarikan diri dalam sebuah ruangan, semakin aman pula ruangannya.”

Bukannya begitu, tapi gimana cara bilangnya, ya? Ya gitu, deh. Aku tidak repot-repot mempedulikan orang di luar sana sekarang. Tapi masih ada satu masalah.

“Tempat tidurnya cuma satu.”

“Aku sangat minta maaf, tapi kami hanya punya itu saat ini. Tolong berbagilah.”

Dia ngomong apa? Dia bego, ya? Parasku menatapnya seputus asa mungkin, dan merosot ke kursi.

“Kalau itu saja yang kau miliki, lantas aku istrirahat di sini saja. Daniela, kau boleh menggunakan tempat tidurnya.”

“Kau yakin? Istrirahatmu takkan optimal kalau tidur di kursi tersebut.”

“Tidak, sebenarnya aku terbiasa.”

“Apa kau ….”

“Ya. Bisa berdalih apa lagi? Terbiasa tidur di atas meja. Suatu kala merasa sangat lelah setelah kerja malam, sampai-sampai aku ketiduran di kantor. Manajernya cukup baik sampai membiarkanku tidur. Dan sejak saat itu aku tidur di sana setelah bekerja. Demikianlah bagaimana kau terbiasa tidur di atas barang itu.

“Yah, mestinya itu menyelesaikan masalah. Aku akan kembali ke tugas jaga!”

Memberi hormat tajam dan meninggalkan ruangan! Diriku dipermalukan! Berteriak dalam hati, namun aku hanya mendesau. Sekarang ini hanya harus istrirahat. Sudah lama tidak berlari selama ini. Lelah sekali ketika meninggalkan taman, tapi sama sekali tidak ngantuk. Bosan doang.

“Ngomong-ngomong, Daniela. Kau ini cepat amat, heh. Aku mengejarmu beberapa detik berlalu setelahnya tapi kau sudah tidak terlihat. Aku cukup heran.”

Tidak ada lagi yang bisa dilakukan, jadi aku berbicara saja dengannya. Juga, aku pun penasaran. Barangkali sama-sama penimbun AGI.

Daniela duduk di tempat tidur dan melihatku seraya bicara.

“Aaaah. Tentu saja kau tidak melihatku. Aku lagi lari di atap.”

“Kau apa?”

Atap? Apa ada tangga yang tidak kulihat di sana?”

“Sihir angin. Mampu meringankan tubuh dan menambah dorongan sewaktu melompat. Ketinggiannya betul-betul tidak jadi soal.”

“Sihir angin ….”

Diingatkan betapa dekatnya kehadiran sihir. Siapa kira dia ini seorang penyihir? Padahal sosoknya mirip-mirip tipe kesatria.

“Kau jago bersihir?”

“Rasanya begitu. Aku mahir seni bela diri yang digabungkan sihir serta pedang. Oh, tolong rahasiakan kemampuan sihirku, oke? Kelak akan diburu para petualang seandainya tersiar kabar tersebut.”

“Hhmm … aku tidak tahu hal semacam itu ada. Aku iri padamu, aku tak bisa menggunakan sihir.”

“Tidak punya bakat?”

“Tidak, aku, aku tidak tahu. Entah cara mencari tahunya.”

Daniela lalu berdiri dan duduk di kursi seberang.

“Tes bakatnya mudah. Kau hanya perlu melihat warna energi sihir dalam tubuhmu. Tunggu sebentar.”

Dia mengambil topeng dari saku dan mengenakannya. Lanjut menatap topeng tersebut kemudian wajahku. Aku jadi gugup …. Tes bakat ini berdampak besar pada rencana hidup.

“Bagus, sekarang konsentrasi. Bayangkan ada sesuatu yang mengalir dalam dirimu, beredar. Maka seharusnya sihir itu bergerak dalam dirimu.”

“Mmmn ….”

Memejamkan mata dan mencoba membayangkannya. Seketika, Jack of all trades aktif dan mampu memvisualisasikan sihir yang mengalir ke seluruh tubuh. Seakan-akan menggunakan sihir, atau mendengar eksistensi aktual sihir yang memadatkan gambar dalam kepala.

Lantas memusatkan semua kekuatanku ke dalamnya. Setelahnya bisa merasakan gerakan sesuatu, mulai dari inti hingga keseluruhan tubuh. Mencapai setiap sudut sebelum kembali lagi ke tengah, bersirkulasi.

Lantas sumber sihir mulai mengalir, sedikit demi sedikit. Mengalir, layaknya anak sungai kecil yang terhubung ke sungai lebih besar tatkala mengalir dalam nadi.

Sesudahnya aku merasakan sesuatu dalam sungainya. Di sekitar perut. Memikirkannya, dan paham. Tempat yang ditusuk si pencuri. Saat aku kembali mengingatnya, panas lagi-lagi bangkit dalam diri. Panas, sangat panas. Tapi hanya berlangsung sebentar. Panas tak tertahankan berubah menjadi dingin, semakin dingin sampai beku hadir. Aliran sungai mulai stagnan. Aku keletihan untuk melanjutkan aliran sihirnya, meningkatkan volume.

Dan kemudian es perlahan-lahan dikesampingkan. Kini gletser. Gletser sihir terus mengaliri diriku. Akhirnya es mulai mencari. Tetapi setiap saat melewati luka, balok es besar akan terbentuk.

“Bagus. Sekarang kita selesai.”

Aku membuka mata. Ketajaman indra perasaku menghilang, dan mengingat keberadaan kami.

“Haaahh … itu melelahkan. Jadi bagaimana?”

Daniela melepas topeng dan melipat tangan.

“Warnanya aneh. Awalnya alirannya tak berwarna. Namun ajaibnya warna yang dimiliki banyak orang. Dan mendadak berubah merah. Lalu biru. Warna yang paling menjalari tubuhmu, dan berubah lagi jadi ungu lantas kembali ke biru lagi … tidak stabil. Tapi tipe seperti itu pun bisa dianggap stabilitas. Anehnya bukan main.”

Seakan-akan panas dan dingin yang kurasakan mewujudkan sebuah warna. Bukti atas apa yang kubayangkan tersampaikan langsung kepada Daniela.

“Aku mengerti …. Jadi, apa ada tipe sihir yang bisa kugunakan?”

“Kurang warna berarti kurang atribut. Semacam energi sihir yang dimiliki semua orang. Merah untuk api. Memungkinkanmu membakar sesuatu atau membuat ledakan. Aku hanya melihat warnamu sekilas, aku ragu kau akan jadi ahli.”

Eheh. Jadi aku bisa membuat ledakan epik bak seorang cheater.

“Biru tua buat es. Setelah banyak perubahan, kau sering menampilkan warna tersebut. Berarti cakap dalam sihir es. Dan yang terakhir ungu, artinya air. Barangkali tak sekuat es, namun es akan berubah menjadi air kalau dipanaskan. Air akan berubah jadi es tatkala panas tiada. Siklusnya lengkap ada dalam tubuhmu. Mempertimbangkan semua ini, sihir api pasti tersimpan dalam dirimu sebagai bantal es dan air. Begitu pula keduanya. Intinya ada tiga atribut yang kau miliki.”

Mengejutkan, warna yang senantiasa berubah, mengalir karena alasan itu. Senyum berangsur-angsur merayap di wajahku.

H3h3h3h3h3h3 …. Hahahahahaha …. Aahahahahahahahahahaha!”

Bukan hanya terampil dalam hal-hal Jack of all trades, master of none!

Melainkan Jack of all trades, master of none yang sanggup menggunakan sihir.

Aku kesenangan sampai-sampai mataku berair.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *