Solo Leveling Bab 66

Penerjemah : DarkSoul

Park Heejin telah mempelajari sesuatu dari Raid terakhir, teror high-level Dungeon dan betapa tidak berdayanya dirinya.

Ujung-ujungnya, aku malah mempelajari pelajaran yang Sung Jinwoo-ssi ajarkan pada Hang Songyi…

Memang memalukan, tapi bener. Gamblangnya berkata sesuatu yang mengerikan tidaklah menakutkan sama saja bego. Kejadian yang terjadi di Red Gate adalah pengalaman mengerikan. Kendati demikian, dia tidak menyerah begitu saja pada B-rank Hunter-nya. Gaji gede! Banyak pilihan karir! Apa lagi terkenal dalam masyarakat! Jika kau kesampingkan resiko pekerjaan, menjadi Hunter adalah profesi sempurna. Karena, semakin besar resiko semakin besar pula hadiahnya.

Akan tetapi, Park Heejin menemukan cara untuk mengurangi resiko itu.

Adalah bergabung dengan Raid Leader Sung Jinwoo-nim.

Orang yang paling dia cemburui di Red Gate tidak lain Han Songyi. Alasannya sederhana. Sebab janji yang Sung Jinwoo buat pada Han Songyi pada hari pertama.

Aku yang menyeretmu ke sini, jadi aku bertanggung-jawab akan perlindunganmu.

Makna lainnya, Jinwoo tidak wajib melindungi orang lain selain Hang Songyi. Park Heejin dan dua C-rank Hunter cuma beban angkut. Wanita yang selalu menampakkan ketakutan akan dibuang. Dan di hari keenam, Sung Jinwoo menyelesaikan Dungeon sekaligus melindungi Han Songyi sampai akhir. Pria itu menepati janjinya. Mengetahui sejauh ini, Park Heejin mendapat asuransi.

Bila dia Nge-Raid di bawah pimpinan pria itu, nyawanya takkan terancam. Setelah menyadari hal demikian, hatinya mulai berdegub kencang. Malahan, hatinya masih membuas sampai sekarang.

Dapat menentukan pilihan dengan tenang. Kekuatan maha besar. Dan rasa tanggung-jawab.

Dia ingin berada di sisi Sung Jinwoo dalam Raid selanjutnya. Dan itulah syaratnya.

Tempatkan aku dalam Raid party Sung Jinwoo.

Baek Yoonho dan Ahn Sangmin berdiskusi sejenak. Tak lama kemudian, mereka kembali menghampiri Park Heejin.

“Baiklah.”

Baek Yoonho tertawa terbahak-bahak.

“Nah, Park Heejin-ssi akan diarahkan Kepala Ahn untuk beberapa waktu.”

“Terima kasih.”

Tentu saja, perekrutannya tak mudah. Sung Jinwoo tahu betul nilai kekuatannya.

Dia juga sangat santai di dalam Red Gate.

Meyakinkannya bukan persoalan mudah.

Namun…

Park Heejin berkesempatan untuk menemuinya lagi. Wanita itu tersenyum.

Di sisi lain, setelah memikirkan sesuatu, Baek Yoonho membuka mulut.

“Kepala Ahn.”

“Ya, pak.”

“Aku ingin informasi mengenai kontak Sung Jinwoo-ssi.”

“Guildmaster, itu…”

Ahn Sangmin menjelaskan urusan-urusan yang berhubungan dengan Sung Jinwoo. Bagaimana pertemuan pertama mereka. Alasan menyembunyikan eksistensi pria itu sampai sekarang. Mendengarkan cerita bawahannya, Baek Yoonho mengangguk paham.

“Bila kekuatannya sebesar itu, masuk akal kalau dia menyembunyikannya. Bagaimanapun, ada beberapa orang di dunia ini yang tidak ingin diperhatikan masyarakat.”

Akan tetapi, orang itu telah menunjukkan kekuatannya pada banyak orang. Tentu saja, cuma di saat-saat terdesak, namun juga berarti orang itu sudah siap melangkah ke dunia luar.

“Aku yakin selama tidak berlebihan, Sung Jinwoo-ssi takkan menyalahkan Kepala Ahn.”

Ahn Sangmin mengangguk. Tentu, tidak mungkin sesuatu yang mereka diskusikan ini bocor ke luar. Sung Jinwoo punya alasan tersendiri, tapi pada saat yang sama, Baekho tidak berniat mengundang konflik dengan mengungkapkan kebenaran.

“Saya mengerti itu, tapi…”

Yang Ahn Sangmin risaukan adalah hal lain. Kepala takut bahwa, tidak mengetahui sifat Sung Jinwoo akan membuat Guildmaster mengacaukan semuanya karena sifat si bos tidak sabaran. Ahn Sangmin tidak ingin itu terjadi.

“Menurut saya apabila Guildmaster mengkontaknya secara langsung itu sedikit…”

Baek Yoonho tahu apa yang dicemaskan Ahn Sangmin.

“Oh, aku mengkontaknya tidak untuk perekrutan.”

“Oh? Lantas apa…?”

“Sebagaimana yang dituturkan Sung Jinwoo-ssi kemarin malam.”

Baek Yoonho mengetahuinya baru setelah mendengar penjelasan Park Heejin, Sung Jinwoo adalah penyelamat Baekho Guild. Orang itu menyelamatkan tiga anggota baru Guild. Terlebih lagi, dia mencegah Dungeon Break sekaliber Red Gate ke wilayah mereka sekaligus menyelamatkan reputasi. Meskipun memang salah Asosiasi, betapa besarnya kesan Guild yang hancur seandainya mereka kehilangan rekrutan baru karena insiden ini? Membayangkannya saja membuat perut Baek Yoonho mual.

Tidak kusangka aku sesongong itu pada seorang penyelamat.

Baek Yoonho paham mengapa Jinwoo berang. Karena sekarang mengetahui cerita penuhnya, ada sesuatu yang Guildmaster sendiri mesti lakukan.

“Sebagai perwakilan Baekho, aku ingin berterima kasih pada Sung Jinwoo-ssi. Aku juga harus meminta maaf atas perlakuanku semalam.”

Oh, kalau cuma itu…

Ahn Sangmin setuju penuh terhadap keputusan Guildmasternya. Mengetahui kepribadian pria itu, Kepala tahu bahwa S-ranker tidak akan serta-merta mengungkit perekrutan selagi berterima kasih pada Jinwoo.

“Saya mengerti.”

Ahn Sangmin mengeluarkan polsen dan mencari nomor Jinwoo.

“Berapa nomornya?”

Bake Yoonho juga mengeluarkan polsennya.

“Anu-“

Ahn Sangmin baru hendak membacakan nomornya tapi menyadari ada yang aneh. Kepala mendongakkan wajahnya.

“Anu, Hunter Park Heejin-nim, kenapa kau juga mengeluarkan polsen?”

“Oh, itu…hehe…”

Park Heejin tersenyum paksa dan memasukkan kembali polsennya.

Korea Selatan, Hunter Guild Nomor 1.

Sang Guildmaster dan S-rank Hunter Choi Jongin tengah meneliti laporan menarik.

“Apa…semua ini beneran?”

Yah, beranikah dia menyusahkan Guildmaster dengan laporan palsu? Kepala Perekrutan, Jo Myunggi, mengangguk.

“Ya, pak. Ini Informasi yang kami peroleh dari Asosiasi hari ini.”

Setiap Guild besar mempunyai diskrit kontak yang salin berlawanan dalam Asosiasi, seorang mata-mata atau semacamnya. Sedikit tidak penting, tapi vital untuk mencari informasi high-ranking Awakaned Beings baru. Dan hari ini, kontak Hunter Guild telah mengeluarkan dongeng menarik. Setelah melihat-lihat laporan tersebut, Jo Myunggi memutuskan untuk memberikannya kepada Guildmaster.

Baekho yang baru-baru ini berdiri adalah Guild Besar kedua setelah Hunter Guild.

Pria itu berpikir cukup layak untuk diteliti. Voila, Choi Jongin sangat tertarik.

“Sebuah C-rank Gate berubah menjadi Red Gate? Dan seorang A-ranker dan beberapa B-ranker gugur, tapi dua C-ranker berhasil bertahan? Dan mereka menyelesaikan Dungeon? Ini sangat mustahil.”

Walaupun ada satu orang B-ranker di antara para penyintas. Membacanya dari atas sampai bawah laporan, Choi Jongin menggelengkan kepala.

Ada seseorang, seorang penolong, yang membuat laporan ini.”

Choi Jongin teramat yakin. Pengalaman Raid-nya mengatakan demikian. Jo Myunggi membalas…

“Asosiasi juga sama curiganya, tapi…”

“Tapi?”

“Baekho menutup mulut terhadap insiden itu.”

“Dan Asosiasi membiarkannya begitu saja?”

“Wah, dengar-dengar ada bagian yang salah dari Asosiasi belakangan ini, kelihatannya mereka tidak mau mencari seluk-beluk permasalahan ini.”

“Hmm…”

Choi Jongin menyentuh dagunya. Sudah jadi kebiasaan orang itu kapan pun berpikir keras. Seumpama mereka membuat kesalahan, keputusan Asosiasi masuk akal. Tapi kenapa Baekho juga diam saja? Tidak ada yang menjawab…

“Tampaknya Baekho dibantu oleh seseorang yang tidak ingin mereka ungkapkan identitasnya.”

“Saya setuju.”

Dua orang itu satu suara. Choi Jongin membuat kalkulasi cepat.

Seorang penolong tanpa nama yang mampu menyelamatkan low-rank Hunter dalam Dungeon sulit yang bahkan membunuh banyak high-ranker mati…

S-ranker itu penasaran.

Seorang rekrutan baru yang belum mendapat rank? Atau seorang kriminal yang tidak boleh diungkap latar belakangnya?

Tidak jadi soal. Sekiranya pemula, mereka tentunya telah direkrut oleh Hunter Guild. Bila mana seorang kriminal, akan mereka manfaatkan untuk menodai nama Baekho. Mata Choi Jongin berkilau-kilau.

“Kita mesti mencari identias pria itu.”

“Punya rencana?”

“Untuk memancing keluar harimau, haruslah kau membakar persemayamannya.”

Jo Myunggi tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.

“Anda ingin membakar Baekho?”

“Apaa?! Ya enggaklah, aku tidak segila itu sampai membakar perusahaan orang lain.”

“Ah, maaf. Tapi anda terkenal akan sihir anda…”

Ada alasan mengapa Choi Jongin dipanggil Strongest Soldier. Semisal sang Mage-class Hunter menginginkannya, mudah untuk meledakkan satu atau dua gedung. Ngomong-ngomong, Choi Jongin melanjutkan.

“Tidak, tidak, maksudnya kita akan membuat api.”

“Oke, terus saja menggunakan kata api itu-“

Jo Myunggi tutup mulut ketika mata Choi Jongin berapi-api.

“Maksudku. Ayo kita beberkan ke media.”

Ohhhhhhhh!

Jo Myunggi menyadari maksud Guildmaster.

“Bayangkan saja berita utamanya. Kesalahan Asosiasi, Ketidak beruntungan Guild Besar, dan seorang Hunter Misterius di balik layar. Bukankah ini yang dicintai media?”

Kepala Perekrutan mengangguk. Choi Jongin terkekeh.

“Tatkala perhatian media tertuju pada Baekho, mereka terpaksa mengungkap identitas penolong misterius itu.”

“Boljug!”

Jo Myunggi juga tertawa. Ini adalah kesempatan emas untuk menyerang Baekho, yang perlahan-lahan mengejar Hunter Guild. Sudut mulut Choi Jongin menyeringai.

“Cepat hubungi para wartawan.”


 

Kau memasuki Dungeon

Jinwoo merasakan udara Dungeon ketika memijakkan kaki ke dalamnya.

Whew.

Terjebak di Dungeon field-type1 selama beberapa hari, udara dalam cave-type Dungeon2 terasa baru baginya. Yoo Jinho mengikutinya dari belakang.

“Pikirmu magic beast kali ini bagaimana?”

“Aku juga penasaran…”

Aku mendeteksi sesuatu tak jauh dari sini.

Namun Jinwoo tidak melihat apa-apa. Akan tetapi, sewaktu dia melangkah maju, banyak sosok bangkit di sana-sini dari permukaan gua.

Dududududududududududdu

Dududududu

TL N : Hit you with that du-du-du, aye-aye

Humanoid magic beast yang terbuat dari batu. Yoo Jinho mengingat-ingat nama mereka.

“Hyungnim, para stonemen.”

Jinwoo mengangguk paham. Dari semua magic beast yang dapat ditemukan di low-level Dungeon, stonemen unggul dalam hal pertahanan.

“Nih, pegang ini.”

Seorang pria yang akal sehatnya tidak diterapkan memberikan objek silinder kepada Yoo Jinho.

Waduh!

Tidak tahu isinya, Yoo Jinho bergidik saat meraih objek itu dari Jinwoo, tapi tidak terjadi apa-apa.

Bukan senjata ‘kah?

Sementara itu, Jinwoo mendekati stonemen dan summoned Baruka Tanto sekaligus Knight Killer.

Bats.

Dalam sekejap, kepala stonemen jatuh ke lantai. Jinwoo melihat Baruka Tanto dengan rasa puas.

Lumayan.

Sosok Jinwoo yang tersenyum bergerak lebih cepat sampai tidak bisa diikuti mata.

Drap-drap.

Hunter itu muncul di belakang kawanan stonemen. Sepuluh magic beast roboh ke lantai.

Brakk.

Tubuhku terasa jauh lebih ringan setelah keluar dari Red Gate.

Tentu saja. Pria itu saat ini Level 60. Memburu Ice bear dan White Walker telah meningkatkan 9 Level dari Level 51. Magic beast dari C-rank Dungeon kini rasanya seakan melawan goblin dari E-rank Dungeon.

Sepertinya aku tidak perlu menggunakan senjata kalau segampang ini.

Pemanasannya selesai.

Waktunya meningkatkan kecepatan.

Waktunya bekerja. Persis setelah berkata demikian, lebih banyak stonemen muncul dari gua bagian bawah jauh.

Bangkitlah.

Setelah diberikan perintah, Shadow Soldiers yang tengah menunggu dari belakang bayangannya tiba-tiba tampil ke hadapan. Diikuti jeritan atas kehadiran mereka.

“AHHHHHHH!!!”
“Oh iya. Ekspresi wajah Jinwoo tak peduli.

Aku lupa dia ada di sini.

Kelewat semangat, Jinwoo melupakan Yoo Jinho.

“H-hyuuuuuuuungnim.”

Pemuda itu memojok dan jari-jarinya gemetaran terhadap Shadow Soldiers.

“I-itu apa?”

“Sulit menjelaskannya…Anggap saja mereka skillku.”

“K-kau bisa membuat sesuatu seperti itu dengan skill semata?”

Jinwoo mengangguk. Mulut Yoo Jinho masih menganga.

“Ah…”

Ini adalah Raid ke-11 bersama hyungnim. Anak muda itu mengira dia sudah melihat semua kekuatan Jinwoo. Itu adalah kesalahan fatal. Seperti biasa, hyungnim adalah orang yang melampaui semua ekspektasi.

Glup.

Merasakan eksistensi berbahaya dari Soldier terbalut armor hitam, Yoo Jinho menelan ludah. Jinwoo berbalik menghadap magic beast. Para stonemen yang lamban sudah sampai di depan mereka. Jinwoo mengangkat dagu.

“Habisi.”

Shadow Soldier sudah menunggu perintah itu.

Drap drap drap drap.

Ketika para soldier yang jumlahnya hampir 40 menyerbu musuh-musuhnya, gerakan kombinasi mereka menggetarkan permukaan gua. Pasukan yang berisi Iron dan Shadow Beast, kekuatan pasukan tersebut sudah jadi lebih kuat.

Seakan-akan sudah menambah divisi tank dalam pasukanku.

Jinwoo menyaksikan pertempuran dengan penuh rasa puas. Tatkala kekuatannya semakin bertambah, Dungeon telah selesai dalam satu kedipan mata. Yang tersisa hanyalah mayat-mayat hancur stonemen. C-rank Dungeon ditaklukkan dalam instan.

Waw-

Jinwoo terperangah.

Kalau begini, kami tidak memakan banyak waktu untuk menyelesaikan Raid.

Kelihatannya delapan Raid lainnya tak lama lagi akan berakhir.

Drap, drap, drap.

Setelah pertarungan, Shadow Soldier mengumpulkan magic cores dan berbaris di depan Jinwoo. Di hadapannya ada Iron serta Ygritte. Kedua knight berdiri menonjol. Sewaktu Shadow Soldier menghentikan langkah mereka, Yoo Jinho akhirnya dapat bergerak. Laki-laki muda itu dengan gelisah menhampiri Jinwoo.

“Hyungnim, ini…”

Dia mengembalikan tas plastik dan objek silinder kepada Jinwoo. Jinwoo mengeluarkan botol tumbler dan mulai meminumnya.

“Hyungnim, itu apa?”

“Jus sayur.”

“Oh…”

“Enggak buruk juga rasanya.”

Srup, sruputtt.

Ketika botolnya hampir habis, Jinwoo bertanya.

“Jinho, sudah berapa banyak Gates yang kita selesaikan?”

Pemuda itu hendak menyentuh bulu Shadow Beast dan mendadak membeku.

“Empat, hyungnim.”

Hari ini empat, besoknya lima. Tidak perlu berlama-lama.

“Kalau begitu selesaikan besok. Tidak jadi masalah kalau kita perlu melakukan perjalanan sebentar.”

“Besok?”

Yoo Jinho melihat ke sekitar. Tanda-tanda pembantaian para stonemen masih nampak. Orang itu mengangguk.

Kecepatan ini, dua kali lipat lebih dari yang kemarin.

“Aku mengerti, hyungnim. Tapi…”

Ucap Jinho tersendat-sendat.

“…Boleh ‘kan aku memungut magic cores?”

“Kenapa?”

“Rasanya pekerjaanku sudah tercuri, hyungnim.”

Jinwoo tertawa.

Dia benar-benar orang yang kocak.

Dan sehari kemudian, Jinwoo menyelesaikan 19 Raid yang sudah dia janjikan pada Yoo Jinho.

Catatan Kaki:

  1. Field-type adalah tipe OPEN WORLD yang lu bisa eksplor ke mana-mana, macam game Zelda, the witcher, dan lain-lain.
  2. Cave-type adalah tipe yang membatasi geraklu, contohnya game DarkSoul, God of War, dan lain-lain, pokoknya ada jalurnya, dan terbatas.

ch 66.2

Contoh gambar Cave-type ^

 

ch 66

Contoh gambar Field-type

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *