Solo Leveling Bab 62

Solo Leveling

Bab 62

CH 62.jpg

Penerjemah: DarkSoul

Para Shadow Soldiers segera memotong jarak!

Namun, kebuasan Ice bear lebih cepat dari Shadow Soldier.

Duar!

Krak!

Satu sabetan cakar Ice bear langsung menghabisi satu Shadow Soldier. Jika saja yang memakai baju zirah hitam itu adalah manusia alih-alih bayangan, akan jadi pemandangan yang mengerikan.

Hmm…

Jinwoo mengerutkan alisnya.

Sudah kuduga, terlalu berlebihan ‘kah?

Soal kekuatan atau ukuran, sayangnya terlalu berlebihan bila menyuruh Shadow Soldier melawan Ice bear.

Mendadak, sesuatu terjadi.

Apa-apaan!

Mata Jinwoo melebar.

Tubuh Shadow Soldier yang dihancurkan oleh Ice bear berubah menjadi asap hitam sebelum benar-benar memudar.

Wusshhhhhh-

Asap hitam itu kembali mengepul, kemudian mewujud menjadi bentuk orisinilnya.

Sial.

Wajah Jinwoo tercengang.

Undead.

Dia melupakan sifat asli bayangan-bayangan itu dan sekarang telah diingatkan.

Sadar bahwa serangan monster itu tidak efektif, ice bear panik dan meraung.

RUarghhhhhhhh!

Selagi infantry Shadow menyibukkan para Ice bear, para Shadow Mages telah selesai merapal.

Rshhhhhhhhh-!

Dongggg!

Duarrrr!

Fireball yang ditembakkan dari tangan-tangan para mage meledak di sana-sini. Pasukan Shadow yang terjebak dalam ledakan kembali mewujud, di sisi lain semua Ice bear yang terperangkap dalam ledakan meronta-ronta.

“HUarghhhhh!”

“Ruwhhhhhhhh!”

Infantry Shadow melanjutkan serangan mereka, mengayunkan dan menusuk pedang pada Ice bear yang terbakar.

Basstt!

Crot!

Awalnya Ice bear kelihatan unggul, tapi mereka sedikit demi sedikit terdesak mundur oleh serangan gabungan dari Infantry dan mage.

Wow….

Jinwoo menyaksikan pertempuran tersebut dengan penuh perhatian.

Regenerasi infantry yang cepat.

Serangan kuat mage.

Kekuatan Shadow Soldier melampaui ekspektasinya. Ice bear dikalahkan dan terpaksa mundur sampai ke dalam gua. Nampaknya pertarungan ini telah berakhir—

RARRRGHHHHHHH!

Dengan raungan yang mampu memekakkan gendang telinga, sesuatu berukuran raksasa muncul dari dalam gua.

“Itu…”

Mata Jinwoo membelalak. Mahluk itu adalah Ice bear yang ukurannya lebih besar satu kepala dari Ice bear lain dan juga jauh lebih lebar.

RRARGG!

Sekali mencakar, banyak Shadow Soldier yang buyar.

DUARR!

Krarkkkkkkk!

Bahkan kecepatan regenerasi mereka tidak dapat mengimbangi serangan Ice bear besar itu.

Krakkk

Dukk!

“Tampaknya sang pemimpin telah turun dalam pertarungan…”

Tentu saja, dia tahu bahwa dalam sebuah sarang beruang terdapat beruang alfa pula. Tetapi besar dan kekuatan mahluk itu melampaui ekspektasi Jinwoo.

RRRARRRHHHHHH!

Ice bear raksasa itu menyapu para Shadow Soldier dan menerjang maju ke arah Jinwoo. TIba-tiba, terdengar dering pesan.

Kringgg~

 

Kau kehabisan mana. Shadow Soldier tidak bisa beregenerasi.

 

Kau kehabisan mana. Shadow Soldier tidak bisa beregenerasi.

 

Apaan nih?

Jinwoo dengan panik memeriksa mananya. Sebagaimana yang dikatakan System, mananya nol.

MP: 0/1.860

 

Tanpa mana, Shadow Soldier tidak lagi bisa beregenerasi setelah dihancurkan. Mereka akan berubah menjadi bayangan dan kembali ke bayangan Jinwoo. Pria itu menyadari bahwa mananya yang yang memungkinkan Soldier beregenerasi.

Mana terkutuk ini…

Dia lagi-lagi menemukan alasan untuk meningkatkan stat intelligence. Jinwoo melemaskan sisi kepalanya. Kemunculan sang alpha benar-benar telah mengubah kondisi pertarungan. Walau demikian, Jinwoo masih mempunyai kartu as.

Bila boss mereka muncul, lantas boss milikku juga harus dikirim.

Sambil menyilangkan tangannya, Jinwoo memanggil mahluk yang layak dipanggil boss Shadow Soldier.

“Ygritte!”

Sebuah bayangan menyembul keluar dari bayangan Jinwoo. Dari bayangan tersebut terbentuk seorang knight yang mengenakan helm berhasi bulu. Jinwoo menunjuk sang alpha. Ygritte menundukkan kepalanya pada Jinwoo lalu maju menghadapi Ice bear raksasa itu.

Tap, tap, tap, tap!

Ygritte menghindari cakaran alpha dan nyelip di antara kaki-kaki Ice bear sembari menarik belati dari sampingnya dan memotong urat kaki beast itu.

“Uarghhhh!”

Ini baru permulaan.

Menghunuskan pedang panjangnya. Ygritte begitu lihainya menghindari serangan bertubi-tubi alpha seperti sedang memahat patung.

Urat, cakar, kaki. Berangsur-angsur, daging alpha dipotong layaknya seorang tukang jagal melakukan pekerjaannya.

“Heh…”

Jinwoo melihat pola Ygritte, gerakannya bagai seni yang sangat mengagumkan.

Kepala Ice bear yang dipotong terakhir.

Batss

Kepala sang Ice bear dipisahkan bersih dari tubuhnya. Sebelum menyentuh tanah, Ygritte mengambilnya di tengah-tengah udara. Sang knight menghampiri Jinwoo kemudian bertekuk lutut di hadapan seorang Hunter.

Bug.

Ygritte menaruh kepala beruang itu di depan kaki Jinwoo, sebagai persembahan rampasan perang kepada Rajanya. Jinwoo menatap knight itu dan menelan ludah.

Kalau dia menggunakan pedangnya saat melawanku, mampukah mengalahkannya?

Sisa-sisa Ice bear yang kisruh setelah kehilangan pemimpin mereka dimusnahkan oleh para soldier. Pertempuran telah berakhir. Hasilnya sungguh memuaskan Jinwoo.

Shadow Infantry Level 2

Shadow Infantry Level 3

Shadow Infantry Level 2

 

Shadow Mage Level 2

 

Para soldier yang berada di sana telah naik level. Karena Shadow Soldier itu sendiri adalah skill Jinwoo, sang Hunter juga memperoleh 3 level. Dan yang paling mantep.

“Bangkitlah.”

Shadow Extraction sukses.

Shadow Extraction sukses.

Shadow Extraction sukses.

Jinwoo mendapatkan teman baru.

Termasuk alpha, Jinwoo telah memilih beberapa Ice bear. Dari bayangan mereka, sebuah kepulan hitam mulai mewujud.

Kuharap beruangnya memakai armor…

Namun kenyataannya beberda.

Shadow Beast yang terwujud sedikit mirip pada bentuk beast asal namun pada saat yang sama terlihat berubah-rubah dari padat menuju gas secara bergantian. Sebuah asap hitam terus-menerus melayang dalam sosok mereka.

Perawakannya sedikit kurang, tapi yah, semua itu bayangan Ice bear.

Kekutan dan daya tempurnya. Jinwoo pasti memanfaatkan Ice bear itu. Mendadak…

Rarrgghh

Telinga Jiwoo mendapati sebuah raungan yang terdengar jauh dari tempatnya berpijak. Bukan hanya satu atau dua.

Sepertinya ada lebih banyak sarang di area ini.

Malam hampir jatuh. Akan Jinwoo periksa nanti.

Senyum cerah tumbuh di wajah laki-laki itu.

“ARghhh!”

“Hoekk!”

Rekan-rekannya berteriak di kiri kanan. Mata Kim Cheol terbuka lebar.

Tidak mungkin!

Bahwa dia, Kim Cheol akan mati seperti ini! Dia adalah orang yang akan menjadi elit Baekho. Dia bahkan mendapatkan pelatihan spesial demi tujuan itu. Dan kini, dia akan gagal?! Dirinya seorang A-ranker tidak menerima.

Party mereka telah menahan rasa lapar dan hawa dingin sambil melawan Yeti. Lagipula mereka adalah raksasa es. Mereka kehilangan dua orang anggota tapi masih berhasil menyeimbangkannya. Raid mereka berjalan lancar.

Tapi.

Tapi!!!

Tatkala mereka berhasil mengalahkan para ice giant, Whit Walker menyergap mereka dari semua arah, seakan-akan sudah direncanakan. Bajingan-bajingan itu telah melihat party mereka, menunggu stamina mereka habis. Yang terjadi selanjutnya adalah sebuah pembantaian. Hunter-hunter mati, satu per satu, dalam sekejap.

“K-ketua!”

Seorang Hunter yang terluka dan tangan bersimbah darah mendekati Kim Cheol. Kim Cheol melangkah ke belakang. Seorang White Walker muncul entah dari mana dan mengiris leher Hunter yang terbaring di tanah itu. Pria itu menggelugut dan menyegak darahnya sendiri, White Walker itu melihat Kim Cheol. Seorang A-ranker berteriak.

“A-ahhhhhhhhh!”

Dia berbalik dan lari ke kedalaman hutan. Tapi hutan mempunyai Ice bear? Ice bear-ice bear itu tidak ada apa-apanya bagi Yeti, ice giant, dan White Walker. Kim Cheol berlari sekuat mungkin. Melihat sosoknya menghilang dari jauh, White Walker itu mengambil panah dan membidik. Tetapi sebelum melepaskan panahnya, seorang White Walker menaikkan tangan dan menyetopnya. Ia adalah seorang ice elf dengan rambut yang terurai sampai bahunya. White Walker yang satunya menurunkan busur.

“…”

Si White Walker berambut panjang itu menunjuk Kim Cheol, menyuruh elf lain mengikutinya. Satu demi satu, Para elf menghilang dari pandangan.

Kim Cheol keluar dari semak-semak.

Hosh, hosh, hosh.

Paru-parunya merasa terbakar. Bayangan seorang White Walker yang tersenyum sambil membantai rekan-rekannya masih membekas dalam pikiran. Pria itu melihat tangannya. Tangan membeku yang kehilangan indra perasa. Jemarinya mati rasa. Dia tidak bisa bertarung dengan baik dalam kondisinya yang sekarang.

Iklim keparat…Tidak, kalau saja kami tidak kelaparan selama beberapa hari ini, mungkin saja kami menang.

Sampai akhir pun, Kim Cheol tidak mengakui kesalahannya. Seraya bergumam sendiri, Kim Cheol mendongakkan kepalanya.

Ngomong-ngomong, seberapa dalam aku berkelana di hutan ini?

Dia melihat ke sekitar. Tercium bau-bau darah entah dari mana. Pria itu mengikuti bau tersebut. Dekat. Bergerak dari pohon ke pohon, dia keluar dari semak-semak dan tidak mempercayai matanya.

Bagaimana bisa?

Di depannya ada 20 mayat Ice bear. Dia bertanya-tanya mengapa dari kemarin tidak berpapasan dengan satu pun monster ini!

“Apa-apaan?”

Dia memeriksa mayat itu. Semua mayat mempunyai bekas luka tebasan. Beberapa juga terbakar. Sung Jinwoo dan partynya terbesit dalam kepala Kim Cheol.

“Jangan-jangan…ini perbuatan para pukimay itu?”

Tidak. Kim Cheol menggelengkan kepalanya. Luka di mayat para Ice bear dibuat oleh pedang. Setahunya, party Sung Jinwoo tidak punya pengguna pedang.

Dua E-ranker bahkan tidak memiliki senjata.

Tidak mungkin ada orang yang bertahan di sini. Maka hanya ada satu hasil akhir.

White Walker berada di sini pula!

Hatinya berdegup kencang. Pikirnya telah berhasil kabur dari elves. Tidak menyangka dia berkenala tepat ke kelompok lain. Hatinya yang merasa jauh lebih takut, Kim Cheol menahan nafas dan kembali ke arah yang terbalik dari perjalanannya.

Lebih jauh. Lebih cepat.

Dia ingin keluar dari wilayah White Walker.

Pada saat yang sama.

“Rarrrrhhhhhhh!”

Seekor Ice bear mati. Shadow Soldier melingkari tubuhnya dan memastikan apakah ia sudah benar-benar mati.

Kau naik Level!

“Baiklah.”

Jinwoo berada di sarang Ice bear lain. Sudah lima hari semenjak mereka menginjakkan kaki di Gerbang. Dia telah mengeliminasi tiga sarang Ice bear berbeda.

Roman-romannya aku sudah menghabisi semua beruang di hutan ini.

Berkat hal itu, dirinya dan level pasukannya telah naik level sedikit. Tadinya, membutuhkan dua soldier untuk menghadapi satu Ice bear. Sekarang, satu soldier pun sudah cukup untuk menghadapi satu beast. Jinwoo puas. Karena kemampuan pasukannya meningkat, dia mulai menentukan beberapa peran. Batasnya saat ini adalah 30 bayangan, 28 bayangan ditugaskan dalam pertempuran, sedangkan dua lainnya mengoleksi magic core dan daging. Karena sekarang dia tidak perlu memungut drop item, kehidupannya menjadi sedikit lebih ringan sebagai seorang Hunter.

Aku tidak merasakan magic beast lain.

Sepertinya dia sudah membantai habis seluruh hutan.

Kalau begitu.

Waktunya melawan boss?

Masih ada waktu sebulan, parahnya beberapa bulan sampai Dungeon berakhir. Dia tidak berniat menunggu saat-saat itu.

Mesti membunuh elf arogan itu juga.

Seekor magic beast yang menantang seorang Hunter. Senyum sombongnya masih membuat Jinwoo kesal.

 


 

Daging Kim Cheol mendeteksi bau daging panggang entah dari mana.

Pshh, pshh.

Pembauan pria itu menjadi sensitive karena kelaparan. Setelah memasuki Gate, yang dia makan selama beberapa hari ini adalah seekor kelinci. Mulutnya berair setelah mencium bau makanan.

Glup.

Para White Walker mungkin saja sedang makan.

Tapi apabila jumlah mereka sedikit…

Dia yakin bisa mengalahkan mereka dan mencuri makanan. Itu adalah kepercayaan diri naif yang terlahir sebab merasa lapar.

Mari kita periksa.

Kim Cheol berusaha mensenyapkan langkah kakinya dan hati-hati menjambangi asal bau. Akhirnya, dia menemukan tim Jinwoo. Mata Kim Cheol membeliak.

Apa?

Tercium bau daging dari perkemahan mereka.

Bagaimana bisa mereka masih hidup?

Akan tetapi, mereka tidak melihat satu pun Hunter E-rank.

Pfttt. Simpul Kim dengan penuh keyakinan. Pastinya mereka mati duluan.

Hal itu sangat jelas. Tapi yang tidak jelas adalah adegan di hadapannya. Bagaimana memaparkannya? Ada yang aneh.

Tunggu, pakaian mereka…?

Hangat, pakaian, selimut, tenda dan perlengkapan lain tampak di wajahnya. Party mereka sudah sangat siap terhadap lingkungan ini.

Bagaimana bisa?

Selagi bingung, mata Kim Cheol melekat pada sesuatu.

Ada sepotong roti di samping daging. Tidak mungkin mereka menemukan atau membuat roti di sini. Pastinya sudah disiapkan. Kebingungannya telah berubah menjadi amarah.

Pantek-pantek ini…

Gretakk…

Kim Cheol menggertakkan giginya. Anjing-anjing ini mempunyai semuanya dan menyimpannya sendiri.

Coba saja tanganku tidak membeku, kalau saja tidak kelaparan, dapat dengan mudah kukalahkan para Ice elf itu.

Berpikir bertapa serakahnya mereka menyimpan sesuatu seperti itu dan tidak memberikannya pada Raid team, Kim Cheol tidak tahan lagi. Dia keluar dari semak-semak.

“Kehed kalian semua!”

Park Heejin beranjak bangun.

“Kim Cheol? Kok kau di sini?”

Jujur saja, sulit untuk mengatakan bahwa Kim Cheol dapat disambut baik. Karena mata pria itu dipenuhi aura membunuh. Kim Cheol tidak bisa menyembunyikan aura mengancamnya.

“Party kami gagal menyelesaikan Dungeon ini karena kurang perlengkapan dan makanan. Tega sekali kalian duduk manis sambil mengkonsumsi semua logistic ini?”

“Itu…”

Park Heejin tidak bisa menjawab. Dia takut kala mengungkit-ungkit Jinwoo bisa mengarahkan amarah Kim Cheol kepada ketuanya. Dia tidak ingin membahayakan nyawa penyelamatnya.

Dari awal, aku tidak suka carap ria itu meihat Sung Jinwoo.

Park Heejin menutup mulut. Melihat wanita itu menentang kehendaknya, amarah Kim Cheol semakin menjadi-jadi.

“Aku tidak menganggap satu pun dari kalian sebagai rekan. Siapa yang menyembunyikan semua ini? Akan kuampuni sisanya.”

Urat nadi di lehernya menguat.

“SIAPA SALAH SEORANG DARI KALIAN YANG MEMIMPIN PARTY INI DAN MEMBAHAYAKAN NYAWA REKAN-REKAN KALIAN?!!!”

Teriakannya mendengun ke seluruh hutan. Kim Cheol sadar dia mesti memberi pengaruh lebih.

“Akan kuhitung sampai tiga. Andai tak seorang pun berbicara, akan kuanggap kalian semua bersalah.”

Han Songnyi menarik lengan baju Park Heejin.

“U-unni…”

Park Heejin mendekap Han Songnyi. GO Myunghwan dan Yoon Gijoong juga keringat dingin. Kim Cheol adalah seorang A-ranker. Sekalipun mereka semua menggabungkan kekuatan, masih tidak bisa menang melawannya. Tapi, tidak ada yang berani mengkhianati Jinwoo.

“Satu.”

Kim Cheol mengeluarkan pedang di sisinya.

Schinggg-

“Dua”

Para Hunter masih terdiam.

Hunter kelas rendah berani menentangnya? Kemarahan Kim Cheol semakin membara.

Berani-beraninya kau meremehkanku…

Matanya berubah merah dilingkupi aura membunuh.

Pertama-tama adalah wanita ini. Orang yang mengkhianati timnya dan memutuskan untuk bergabung dengan sekumpulan orang-orang lemah ini. Park Heejin harus yang pertama mati.

Ya. Tentu dia menyembunyikan sesuatu. Karenanya keluar dari timku.

Itulah satu-satunya alasan yang dapat dia pikirkan. Kim Cheol menghampiri Park Heejin dan menyelesaikan hitung mundurnya.

“Tiga.”

Park Heejin memejamkan matanya.

Tiba-tiba.

“Empat.”

Bruk!

Sesuatu menghujam bagian belakang kepala Kim Cheol, dan pria itu roboh menghadap tanah dan berguling-guling beberapa meter.

Mata semua Hunter tersentak kaget.

“Raid Leader!”

Jinwoo dipukul kuat sampai-sampai tinju Jinwoo berasap.

Lelaki itu angkat bicara.

“Siapa sebetulnya jamet yang membahayakan nyawa rekan-rekannya?”

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *