Ankoku Kishi Monogatari Volume 1 Bab 1

Ankoku Kishi Monogatari ~Yuusha wo Taosu Tameni Maou ni Shoukansaremashita~

Volume 1

Bab 1

[Dipanggil oleh Raja Iblis]

Penerjemah : DarkSoul

Terpanggil seorang anak muda, Kuroki.

Aku dikelilingi oleh segerombolan Monster ketika aku membuka mataku.

Jujur saja aku tidak tahu mengapa dan bagaimana ini bisa terjadi.

Aku tertidur, di lantai sebuah aula besar dengan huruf-huruf bersinar yang ditulis dalam formasi lingkaran.

Lalu, monster-monster ini mengelilingi diriku yang baru saja bangun, dari segala arah.

Ada monster berwajah anjing, monster bersosok burung, bertentakel, bermata besar, meskipun sebagian kecil dari mereka mempunyai sosok layaknya manusia, tidak ada yang kelihatan seperti manusia.

Haruskah aku berteriak karena rasa takut ekstrimku ini?

Tapi kalau aku berteriak, aku tidak akan tahu kenapa ini terjadi, aku harus mencari tahu sendiri.

Mungkinkah aku tidak bisa berpikir, disebabkan kejadian yang sangat tidak terduga ini?

Sepertinya monster-monster ini tidak ingin mendekatiku dan hanya mengelilingiku dari jauh.

Mereka hanya menatapku dari tempat mereka berdiri.

Tidak heran, dalam situasi seperti ini, aku pasti akan berteriak jika mereka merapatkan jarak diantara kami.

Tapi, aku memulihkan sedikit kesadaranku karena mereka tidak mendekat.

Dimana tempat ini?

Ingatanku sebelum aku datang ke tempat ini, sangat buram.

Setidaknya, ada satu hal yang pasti. Aku tidak sedang berada di kamar Jepangku.

Kenapa aku ada di tempat ini?

Ini mungkin mimpi……..

Tapi, aku tahu bahwa ini bukanlah mimpi karena aku dengan jelas dapat merasakan sensasi lantai yang dingin.

Kalau ini bukan mimpi, tempat macam apa ini, Neraka?

Jika benar neraka, aku sudah mati kan.

Ada terlalu banyak hal yang terngiang-ngiang di dalam kepalaku.

“Oh sungguh luar biasa, Penyelamat kita telah tiba!”

Sebuah suara tiba-tiba terdengar dari podium diagonal di atas kepalaku.

Penyelamat? Apa dia membicarakanku?

Kata-kata barusan tentu saja tertuju padaku.

Aku segera berbalik ke arah datangnya suara. Di sekitarku, yang mana dikelilingi oleh Monster, ada sebuah celah di tengah, dan pada celah itu tidak ada Monster.

Aku merasa bahwa ada sesuatu di dalam kegelapan itu.

Setelah memfokuskan mataku pada tempat itu, ada Monster besar.

Bagaimana aku bisa melihat tempat itu dengan jelas padahal daerah di sekelilingku penuh dengan kegelapan?

Monster itu tentunya berbeda dari Monster-monster yang mengelilingiku, seolah-olah aku bisa merasakan keperkasaannya.

Sosoknya mirip babi raksasa yang berdiri dengan kaki belakangnya ‘Bipedal’ ada taring yang menjulang dari mulut bagian bawahnya dan tanduk besar di kepalanya. Lubang hidungnya menghembuskan sesuatu yang tampak seperti api hitam.

Ia mengenakan jubah jet hitam tanpa berusaha untuk menyembunyikan hawa kehadiran bengisnya.

Monster raksasa ini mendekatiku.

Lalu menundukkan kepalanya dihadapanku.

“Nama kami adalah Modes. Kami adalah Raja Iblis. Lalu, Iblis yang menguasai negeri ini adalah Nargol. Bolehkah aku mendengar namamu, Penyelamat-dono?”

Monster yang memanggil dirinya sendiri sebagai Raja Iblis mendekatkan wajahnya ke arahku.

“Ah……………..ya, namaku Kuroki…………Yukisaki……………..Kuroki”

Aku langsung menjawabnya dengan jujur karena aura yang dipancarkan Raja Iblis.

“Ooh jadi kau dipanggil Kuroki-dono ya!! Kumohon Kuroki-dono! Tolong selamatkan Modes ini”

Modes sekali lagi menundukkan kepalanya dihadapanku.

Monster raksasa ini, yang nampaknya bisa membunuhku dengan mudah, menundukkan kepalanya dihadapanku.

Segala hal malah menjadi semakin sulit untuk dipahami.

“Uhm, maaf………aku tidak mengerti apa yang kau maksud……..kenapa aku harus menyelamatkanmu?”

Aku bertanya dengan penuh rasa takut.

“Ooh. Kau benar…………..kau tidak akan mengerti meskipun aku memintamu menyelamatkan kami tepat setelah kau dipanggil”

Modes mengangkat kepalanya lagi dan mulai menjelaskan sesuatu dengan wajah yang sedikit mengendur.

“Sebenarnya, saat ini, Nargol yang  dikuasi oleh Modes sedang menghadapi sebuah invasi”

“Invasi?”

“Ya, invasi. Dikarenakan seorang pahlawan yang dipanggil dari Dunia Roh oleh Dewi Elios, Rena………dia tidak puas dengan mengusirku dari negeri Elios, dia bahkan ingin merenggut harta karunku……..”

Modes mengatakan itu dengan ekspresi sedih.

Lalu, senyum seram muncul di wajahnya saat dia menatapku lagi.

“Aku ingin mengajukan permintaan pada Kuroki-dono, untuk melawan dan mengalahkan Pahlawan itu”

Pahlawan dia bilang……………ini adalah dunia yang tak pernah aku dengar keberadaannya kecuali di dalam game dan manga.

“Pahlawan………”

“Ya, Pahlawan. Pahlawan pemberani dunia ini bukanlah tandingan Modes. Itulah mengapa Rena memanggil Pahlawan dari Dunia Roh”

Mendengar cerita Modes, aku merasa seperti “Apa-apaan itu”

Pahlawan dari dunia lain, sama seperti cerita dari novel fantasi yang aku baca dulu.

Kalau kuingat-ingat, novel itu bercerita tentang seorang anak laki-laki yang tinggal di era Modern Jepang, lalu dipanggil oleh Dewi tuk mengalahkan Raja Iblis.

Tapi, situasiku yang sekarang berlawanan dengan cerita itu.

Pokoknya aku dipanggil ke dunia ini oleh Modes, yang mengaku-ngaku sebagai Raja Iblis, untuk mengalahkan Pahlawan.

Dipanggil oleh Raja Iblis untuk mengalahkan Pahlawan………

Bukankah itu merupakan sesuatu yang akan dilakukan tokoh antagonis……….

“Izinkan aku menunjukkanmu sosok sang Pahlawan, Kuroki-dono. Mona!!”

Seorang wanita muncul dari tengah-tengah sekumpulan Monster setelah dipanggil oleh Modes.

Ketika aku melihatnya, aku merasa seolah dunia berhenti berputar.

Dia adalah wanita yang sangat-sangat cantik.

Rambut halus nan indahnya melambai sampai ke pinggangnya.

Melihat dari samping, dia mempunyai wajah yang sangat menawan.

Mataku tertarik pada payudaranya yang besar.

Sosoknya dari pakaian putih transparan membuatku yakin bahwa dia mempunyai tubuh yang proporsional.

Aku tidak bisa berhenti melihat keindahan ini.

Dikelilingi oleh Monster-monster buruk rupa ini, aku yang melihat dirinya bagaikan melihat bintang bersinar.

Aku tidak bisa memalingkan mataku dari wanita itu.

“Menurutmu bagaimana, Kuroki-dono, dia cantik kan. Namanya adalah Mona. Dia adalah istri tercintaku. Mona, tolong sambut Kuroki-dono”

Modes dengan bangga memperkenalkan wanita bernama Mona.

Aku sangat-sangat terkejut.

Bagaimana bisa wanita cantik yang membahana ini menjadi Istri Modes.

Mona dan Modes pada dasarnya seperti tokoh di film “Beauty and the Beast”. Aku iri padanya, tidak bohong.

Senang bertemu denganmu Kuroki-sama, namaku Mona. Salam kenal”

Mona mengucapkan salam sambil tersenyum padaku.

Senyumnya benar-benar menyerupai kelopak bunga Sakura.

Aku dengan tidak sadar terpesona oleh senyumnya.

“Mona, tunjukkan sosok sang Pahlawan pada Kuroki-dono dengan kekuatan sihirmu”

“Ya sayang”

Mona menggumamkan sesuatu sambil melebarkan kedua tangannya.

Kemudian, ada semacam gambar berkilauan yang ditampilkan di atas langit.

Ada sesuatu yang dipertontonkan di sana.

Monster berjumlah besar berbondong-bondong menyerang beberapa manusia.

Tapi, terlepas dari jumlahnya yang sedikit, pihak manusia jauh lebih superior.

Setelah aku memperhatikan mereka baik-baik, mereka masih muda, seumuran denganku. Bagaimana pun kau melihat mereka, umur mereka tidak lebih dari 20 tahun.

Party mereka terdiri dari satu pria dan 5 wanita.

Pria itu mengayun-ayunkan pedang berkilaunya tuk digunakan melawan Monster. Rupa ksatrianya jauh lebih keren dari ksatria di cerita fantasi.

Bahkan penampilan seorang gadis yang muncul selanjutnya menyerupai gadis-gadis fantasi.

Salah satu wanita berpenampilan layaknya Ksatria, ketiga wanita lainnya berpenampilan penyihir.

Mereka, bersama dengan sang pria, sekali lagi menunjukkan kekuatan luar biasa pada pertarungan melawan Monster.

“Kuroki-dono, salah seorang di tengah-tengah wanita itu adalah sang pahlawan, Reiji”

Modes menunjuk Pria yang bertarung ditengah-tengah kelompok itu. Setelah itu, tampilan dari pria di bagian tengah itu diperjelas.

“Apa…………..orang itu………….kau bilang namanya Reiji…………….”

Aku secara tidak sengaja mengatakannya ketika aku melihat pria itu.

Aku mengenal wajah itu. Dan lagi, aku tidak asing dengan namanya.

Midou Reiji. Nama panggilan, Reiji.

Itulah namanya.

Dia adalah orang yang tidak ingin aku ingat.

Aku melihat wanita dibelakangnya. Pasukan mereka juga tampak tidak asing.

Meskipun mereka sedikit berbeda dari apa yang aku ingat, aku tidak akan salah mengira mereka dengan orang lain.

Seorang wanita dengan rambut indah yang panjang, mengenakan pakaian penyihir, Mizuouji Chiyuki.

Dibelakangnya, wanita berkulit coklat yang mengenakan jubah putih, Yoshino Sahoko.

Gadis berkepang dua yang sedang menembakkan api dari tangannya, Sasaki Rino.

Gadis berambut pendek yang mengayunkan pedang pendeknya kesana kemari, Todoroki Naomi.

Lalu, wanita yang menggenggam pedang, mempunyai rambut kuncir panjang adalah teman masa kecilku. Akamine Shirone.

Mereka semua adalah gadis cantik yang bersekolah di SMA Kayou.

Tapi, gadis itu dan Reiji seharusnya menghilang.

Orang-orang itu sedang bertarung, terlihat di dalam gambar itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *